Notification

×

Iklan

Iklan

Viral Kakek Protes di Depan Polres Blitar: Tiga Tahun Datang Tiap Pekan, Polisi Ungkap Fakta Sebenarnya

November 28, 2025 Last Updated 2025-11-28T08:43:32Z



Dua foto seorang pria lanjut usia berdiri di depan Markas Polres Blitar sambil memegang poster protes mendadak viral di media sosial. Unggahan tersebut dibagikan akun “Pecinta Seni” di grup Facebook Wong Wlingi Gandusari dan langsung menarik perhatian ribuan warganet.


Dalam foto itu, pria berinisial S terlihat duduk di depan Mapolres Blitar sambil menampilkan poster bertuliskan keluhan mengenai laporan yang menurutnya tak kunjung diproses polisi. Aksinya dilakukan tepat di pinggir jalan nasional yang menghubungkan Blitar dan Malang.


Teks dalam poster itu berbunyi:

“Pak Polisi Polres Blitar Kapan Laporan Saya Akan Diproses Pak? Saya Ini Orang Miskin Jangan Selalu Dibohongi!!!”


Unggahan tersebut menuai lebih dari 6.000 tanda suka dan ratusan komentar dari pengguna Facebook.


Polisi Jelaskan Perkara yang Dilaporkan S


Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Blitar, AKP Margono, membenarkan bahwa S pernah membuat laporan pada tahun 2020. Laporan itu terkait keberangkatan istrinya bekerja ke luar negeri.


Dalam aduannya, S menuding Dinas Tenaga Kerja dan sebuah perusahaan penyalur tenaga kerja telah meloloskan istrinya berangkat ke Singapura tanpa persetujuannya sebagai suami.


Namun setelah dilakukan penyelidikan, Margono menyebut bukti yang disampaikan S tidak terbukti. Dokumen pemberangkatan istri S dinyatakan lengkap, termasuk surat izin suami—meskipun Margono mengaku belum dapat memastikan apakah surat itu ditandatangani S sendiri atau pihak keluarga istri.


Dengan temuan tersebut, penyelidikan dihentikan sejak 2022 karena tidak ditemukan unsur pidana.


Tetap Datang ke Polres Setiap Pekan


Meski perkara sudah dihentikan, S disebut tidak dapat menerima keputusan itu. Ia terus datang ke SPKT Polres Blitar setiap satu atau dua pekan sekali untuk menanyakan perkembangan laporannya.


“Sudah tiga tahun beliau melakukan hal yang sama. Padahal sudah dijelaskan bahwa unsur pidananya tidak ada,” ujar Margono.


Bahkan ketika istri S sempat pulang ke Blitar, polisi turut meminta keterangannya. Dari pengakuannya, sang istri memilih bekerja ke luar negeri karena S dianggap sudah tidak mampu menafkahi keluarga. Ia juga mengaku pernah mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), namun menolak membuat laporan.


Dugaan Gangguan Mental


Margono menambahkan bahwa pihaknya menerima informasi dari warga dan keluarga tentang kemungkinan adanya gangguan mental yang dialami S. Polisi bahkan pernah menawarkan pemeriksaan kesehatan, namun ditolak.


“Informasinya, anak-anak Pak S juga sudah menjauh,” kata Margono.


Hingga kini, aksi S masih terus berulang meski polisi menyatakan kasusnya telah selesai sejak lama. Fenomena ini memancing simpati dan rasa penasaran publik karena berlangsung hingga tiga tahun tanpa henti.