Notification

×

Iklan

Iklan

10 Tanda Kerusakan Ginjal yang Terlihat dari Kulit, dari Kering hingga Gatal Parah

Januari 26, 2026 Last Updated 2026-01-26T08:26:55Z



Seseorang yang mengalami kerusakan ginjal kerap menunjukkan perubahan pada kondisi kulit. Hal ini terjadi akibat penumpukan zat sisa metabolisme dan racun di dalam tubuh yang tidak mampu dikeluarkan secara optimal oleh ginjal.


Akibatnya, kulit penderita gangguan ginjal bisa menjadi sangat kering, bersisik, terasa tegang, mudah retak, bahkan tampak seperti sisik ikan. Selain itu, rasa gatal pada kulit juga menjadi keluhan umum, mulai dari ringan hingga sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.


Berikut 10 tanda pada kulit yang sering dialami penderita kerusakan ginjal:


1. Kulit Sangat Kering (Xerosis)


Kulit kering merupakan gejala umum pada penderita gangguan ginjal, terutama penyakit ginjal kronis (CKD). Fungsi ginjal yang menurun menyebabkan kulit kehilangan kelembapan alami.


Ciri-ciri:


Kulit terasa kasar dan bersisik


Terasa kencang dan mudah retak


Muncul sisik menyerupai kulit ikan


Kondisi ini dapat meningkatkan risiko infeksi bila tidak dirawat dengan baik.


2. Kulit Menjadi Gatal (Uremic Pruritus)


Gatal hebat sering dialami penderita penyakit ginjal stadium lanjut. Penumpukan urea dan racun dalam darah mengiritasi saraf kulit.


Sekitar 56% pasien CKD dilaporkan mengalami kondisi ini.


Tanda akibat garukan:


Kulit luka, merah, atau berdarah


Penebalan kulit (lichen simplex chronicus)


Benjolan keras yang sangat gatal (prurigo nodularis)


3. Perubahan Warna Kulit


Gangguan ginjal dapat menyebabkan perubahan warna kulit akibat anemia dan uremia.


Ciri-ciri:


Kulit pucat tidak sehat


Warna keabu-abuan


Warna kekuningan


Area kulit menggelap


Kulit menebal dengan garis dan benjolan


4. Perubahan pada Kuku


Kondisi ginjal yang terganggu juga dapat memengaruhi kuku tangan dan kaki.


Ciri-ciri:


Bagian atas kuku putih dan bagian bawah kecokelatan (half-and-half nails)


Kuku tampak pucat


Garis putih melintang pada kuku (Muehrcke’s nails)


5. Pembengkakan (Edema)


Ginjal yang tidak optimal kesulitan membuang kelebihan cairan dan garam, sehingga menyebabkan pembengkakan.


Area yang sering terdampak:


Kaki


Pergelangan kaki


Telapak kaki


Tangan


Wajah


6. Ruam dan Benjolan Kulit


Penumpukan limbah dalam tubuh dapat memicu ruam dan benjolan kecil yang sangat gatal, terutama pada penyakit ginjal stadium akhir.


Ruam bisa menyatu membentuk area kasar, nyeri, atau bercak ungu, serta meningkatkan risiko infeksi kulit.


7. Benjolan di Perut


Pada kasus tertentu, terutama kanker ginjal stadium lanjut, benjolan dapat muncul di area tubuh tertentu. Meski demikian, benjolan juga bisa disebabkan kondisi lain sehingga perlu pemeriksaan medis.


Area yang mungkin muncul benjolan:


Sisi tubuh


Perut


Punggung bawah


8. Kulit Terlalu Kencang untuk Dicubit


Kondisi langka ini bisa terjadi akibat reaksi terhadap zat kontras seperti gadolinium pada pemeriksaan MRI, terutama pada penderita gangguan ginjal.


Gejalanya:


Kulit keras dan mengilap


Sulit dicubit


Kesulitan menekuk sendi


Kulit terasa tertarik kencang


9. Penumpukan Kalsium di Bawah Kulit


Ketidakseimbangan mineral akibat gangguan ginjal dapat menyebabkan kalsium menumpuk di bawah kulit, biasanya di sekitar sendi.


Sebagian besar tidak menimbulkan nyeri, namun bisa sangat menyakitkan jika muncul di ujung jari.


10. Darah dalam Urine


Ginjal yang rusak dapat menyebabkan sel darah bocor ke dalam urine.


Darah dalam urine bisa menjadi tanda:


Gangguan ginjal


Batu ginjal


Infeksi saluran kemih


Tumor ginjal


Kondisi ini harus segera diperiksakan ke dokter.


Kesimpulan


Perubahan pada kulit sering menjadi tanda awal gangguan ginjal yang tidak boleh diabaikan. Jika mengalami gejala seperti kulit sangat kering, gatal hebat, perubahan warna, pembengkakan, atau darah dalam urine, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk pemeriksaan lebih lanjut.