Seseorang yang mengalami kerusakan ginjal kerap menunjukkan perubahan pada kondisi kulit. Hal ini terjadi akibat penumpukan zat sisa metabolisme dan racun di dalam tubuh yang tidak mampu dikeluarkan secara optimal oleh ginjal.
Akibatnya, kulit penderita gangguan ginjal bisa menjadi sangat kering, bersisik, terasa tegang, mudah retak, bahkan tampak seperti sisik ikan. Selain itu, rasa gatal pada kulit juga menjadi keluhan umum, mulai dari ringan hingga sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Berikut 10 tanda pada kulit yang sering dialami penderita kerusakan ginjal:
1. Kulit Sangat Kering (Xerosis)
Kulit kering merupakan gejala umum pada penderita gangguan ginjal, terutama penyakit ginjal kronis (CKD). Fungsi ginjal yang menurun menyebabkan kulit kehilangan kelembapan alami.
Ciri-ciri:
Kulit terasa kasar dan bersisik
Terasa kencang dan mudah retak
Muncul sisik menyerupai kulit ikan
Kondisi ini dapat meningkatkan risiko infeksi bila tidak dirawat dengan baik.
2. Kulit Menjadi Gatal (Uremic Pruritus)
Gatal hebat sering dialami penderita penyakit ginjal stadium lanjut. Penumpukan urea dan racun dalam darah mengiritasi saraf kulit.
Sekitar 56% pasien CKD dilaporkan mengalami kondisi ini.
Tanda akibat garukan:
Kulit luka, merah, atau berdarah
Penebalan kulit (lichen simplex chronicus)
Benjolan keras yang sangat gatal (prurigo nodularis)
3. Perubahan Warna Kulit
Gangguan ginjal dapat menyebabkan perubahan warna kulit akibat anemia dan uremia.
Ciri-ciri:
Kulit pucat tidak sehat
Warna keabu-abuan
Warna kekuningan
Area kulit menggelap
Kulit menebal dengan garis dan benjolan
4. Perubahan pada Kuku
Kondisi ginjal yang terganggu juga dapat memengaruhi kuku tangan dan kaki.
Ciri-ciri:
Bagian atas kuku putih dan bagian bawah kecokelatan (half-and-half nails)
Kuku tampak pucat
Garis putih melintang pada kuku (Muehrcke’s nails)
5. Pembengkakan (Edema)
Ginjal yang tidak optimal kesulitan membuang kelebihan cairan dan garam, sehingga menyebabkan pembengkakan.
Area yang sering terdampak:
Kaki
Pergelangan kaki
Telapak kaki
Tangan
Wajah
6. Ruam dan Benjolan Kulit
Penumpukan limbah dalam tubuh dapat memicu ruam dan benjolan kecil yang sangat gatal, terutama pada penyakit ginjal stadium akhir.
Ruam bisa menyatu membentuk area kasar, nyeri, atau bercak ungu, serta meningkatkan risiko infeksi kulit.
7. Benjolan di Perut
Pada kasus tertentu, terutama kanker ginjal stadium lanjut, benjolan dapat muncul di area tubuh tertentu. Meski demikian, benjolan juga bisa disebabkan kondisi lain sehingga perlu pemeriksaan medis.
Area yang mungkin muncul benjolan:
Sisi tubuh
Perut
Punggung bawah
8. Kulit Terlalu Kencang untuk Dicubit
Kondisi langka ini bisa terjadi akibat reaksi terhadap zat kontras seperti gadolinium pada pemeriksaan MRI, terutama pada penderita gangguan ginjal.
Gejalanya:
Kulit keras dan mengilap
Sulit dicubit
Kesulitan menekuk sendi
Kulit terasa tertarik kencang
9. Penumpukan Kalsium di Bawah Kulit
Ketidakseimbangan mineral akibat gangguan ginjal dapat menyebabkan kalsium menumpuk di bawah kulit, biasanya di sekitar sendi.
Sebagian besar tidak menimbulkan nyeri, namun bisa sangat menyakitkan jika muncul di ujung jari.
10. Darah dalam Urine
Ginjal yang rusak dapat menyebabkan sel darah bocor ke dalam urine.
Darah dalam urine bisa menjadi tanda:
Gangguan ginjal
Batu ginjal
Infeksi saluran kemih
Tumor ginjal
Kondisi ini harus segera diperiksakan ke dokter.
Kesimpulan
Perubahan pada kulit sering menjadi tanda awal gangguan ginjal yang tidak boleh diabaikan. Jika mengalami gejala seperti kulit sangat kering, gatal hebat, perubahan warna, pembengkakan, atau darah dalam urine, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk pemeriksaan lebih lanjut.
.webp)
