Perumahan Green Lavender Sukamekar di Kabupaten Bekasi terendam banjir tinggi sejak Kamis (22/1/2026). Genangan air setinggi kira-kira leher orang dewasa membuat ratusan rumah warga terendam, sehingga banyak penghuni terpaksa meninggalkan tempat tinggalnya.
Warga yang terdampak mengatakan banjir belum surut sampai dua hari kemudian. Karena tingginya air, batas antara jalan dan daratan rumah nyaris tidak terlihat, dan kendaraan atau aktivitas normal di lingkungan itu berhenti total.
Selain terendam air, sejumlah rumah di perumahan tersebut mengalami kerusakan struktur. Banyak dinding belakang rumah—khususnya area dapur dan pagar—dilaporkan runtuh karena tekanan air yang kuat dan lama terendam.
Menurut salah seorang warga, sebagian besar rumah yang mengalami perusakan itu adalah unit yang sudah dibeli dan bahkan sudah ditempati. Diperkirakan hampir 100 rumah dari total sekitar 1.200 unit terdampak.
Warga yang mengungsi belum mendapatkan penjelasan langsung dari pihak pengembang, PT Gemilang Sakti Propertindo. Bantuan yang diterima sejauh ini lebih banyak berupa kebutuhan makanan yang disalurkan melalui pengurus lingkungan setempat.
Banjir di perumahan itu bukan kejadian pertama kali. Menurut warga, banjir sering terjadi setiap hujan deras dan bahkan sudah menjadi pengalaman berulang sejak perumahan mulai dihuni beberapa tahun terakhir, meskipun saat pemasaran awal diklaim sebagai kawasan bebas banjir.
Pihak keamanan juga sempat melakukan evakuasi mandiri terhadap warga yang terjebak air, khususnya pada puncak banjir, menggunakan perahu karet karena arus dan genangan yang cukup tinggi.
