Notification

×

Iklan

Iklan

Banjir Rendam Perumahan Subsidi di Bekasi, Air Capai 2 Meter, Ratusan Warga Mengungsi

Januari 26, 2026 Last Updated 2026-01-26T08:02:33Z



Banjir merendam sejumlah perumahan subsidi di dua desa dan dua kecamatan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, sejak Kamis (22/1/2026). Bencana tersebut memaksa ratusan warga mengungsi ke masjid, musala, hingga tenda darurat akibat ketinggian air yang mencapai hingga dua meter.


Perumahan yang terdampak berada di Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, serta Desa Sriamur, Kecamatan Tambun Utara. Ketinggian air bervariasi mulai dari 30 sentimeter hingga dua meter. Di beberapa titik, air bahkan hampir menyentuh atap rumah warga.


Salah seorang pengungsi, Trisno (38), warga Perumahan Nebraska Terrace, mengatakan banjir kali ini merupakan yang terparah dibandingkan kejadian sebelumnya. Menurutnya, air mulai naik sejak Kamis akibat hujan deras berintensitas tinggi yang diperparah dengan jebolnya tanggul di sejumlah aliran sungai.


“Kemarin ketinggian air bisa satu sampai dua meter, hampir ke atap. Pagi ini memang mulai turun, tetapi masih sekitar satu setengah meter,” ujar Trisno saat ditemui di lokasi pengungsian Masjid Al Muhajirin, Sabtu (24/1/2026).


Trisno mengaku mengungsi bersama istri, dua anak, serta kedua orang tuanya sejak banjir melanda. Saat air masuk ke rumah, tidak ada barang berharga yang sempat diselamatkan.


“Kami tidak bawa apa-apa, hanya baju di badan. Rumah sudah seperti kolam renang,” katanya.


Ia juga menyebut banjir di Perumahan Nebraska Terrace terjadi berulang kali. Dalam satu tahun terakhir, banjir sudah terjadi hingga lima kali, meski perumahan tersebut baru berusia sekitar dua tahun dan sempat dijanjikan bebas banjir oleh pihak pengembang.


“Kami sudah bertemu developer dan dijanjikan ada perbaikan. Tapi kenyataannya banjir tetap terjadi,” ujarnya.


Sementara itu, kondisi di lokasi pengungsian masih memprihatinkan. Bantuan logistik memang sudah mulai berdatangan, namun dinilai belum merata. Warga masih membutuhkan makanan siap saji, susu, popok balita, serta obat-obatan.


Warga berharap pemerintah daerah segera mendirikan dapur umum di sekitar Masjid Al Muhajirin agar distribusi bantuan lebih terkoordinasi dan mampu memenuhi kebutuhan pengungsi dari lebih dari lima perumahan yang terdampak banjir di wilayah tersebut.