Pemerintah Kota Bekasi mulai melakukan pembongkaran sejumlah bangunan di kawasan Bulak Kapal, Bekasi Timur. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat pembangunan Flyover Bulak Kapal yang digadang-gadang menjadi solusi kemacetan kronis di wilayah tersebut.
Penertiban dipimpin oleh Dinas Tata Ruang Kota Bekasi bersama tim gabungan. Kepala Seksi Insentif, Disinsentif dan Pembongkaran Bangunan Distaru Bekasi, Tarmuji, menjelaskan pembongkaran dilakukan terhadap bangunan yang lahannya telah dibebaskan oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
Sembilan Bangunan Ditertibkan, Mayoritas Tempat Usaha
Tercatat ada sembilan bangunan yang menjadi bagian dari tahap awal pembongkaran. Rinciannya, empat bangunan milik perseorangan dan lima bangunan berdiri di atas lahan milik PT Jasa Marga.
Pada tahap ini, tiga bangunan milik warga yang telah menerima kompensasi resmi dibongkar lebih dulu. Sementara satu bangunan di atas tanah Jasa Marga telah dibongkar mandiri sejak pekan sebelumnya. Lima bangunan lainnya akan menyusul sesuai progres pembebasan lahan.
Area yang dibersihkan di titik tersebut memiliki panjang sekitar 150 meter. Sebagian besar bangunan yang terdampak merupakan tempat usaha, mulai dari toko, showroom, hingga warung makan yang sudah tidak lagi beroperasi.
Flyover Bulak Kapal Ditargetkan Urai Kemacetan Parah
Proyek Flyover Bulak Kapal dirancang membentang hingga Jalan Pahlawan dan melintasi perlintasan rel kereta api. Titik ini selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu simpul kemacetan terparah di Kota Bekasi, terutama saat jam sibuk pagi dan sore hari.
Dengan adanya flyover, kendaraan diharapkan tidak lagi terhambat oleh perlintasan sebidang kereta api maupun persimpangan padat di kawasan tersebut. Pemerintah menargetkan proyek ini mampu memperlancar arus lalu lintas serta mendukung mobilitas warga Bekasi dan sekitarnya.
Pembongkaran Dilakukan Bertahap
Pemkot Bekasi memastikan proses penertiban dilakukan secara bertahap, mengikuti tahapan pembebasan lahan oleh pemerintah pusat. Setelah kompensasi diberikan kepada pemilik bangunan, barulah dilakukan pembongkaran fisik di lapangan.
Langkah ini menjadi bagian dari percepatan pembangunan infrastruktur di Bekasi Timur. Warga pun kini menantikan realisasi flyover tersebut agar persoalan macet di Bulak Kapal dapat segera teratasi secara permanen.
