Notification

×

Iklan

Iklan

Bukan Sekadar Sahur! Strategi Tanpa Karbo ala Ade Rai Bikin Imun Tetap Kuat Saat Puasa

Februari 23, 2026 Last Updated 2026-02-23T01:55:11Z

 



Bulan Ramadan menjadi momen istimewa bagi umat Muslim untuk meningkatkan ibadah. Namun, menjaga kondisi tubuh tetap prima selama berpuasa juga tak kalah penting. Imunitas yang menurun bisa membuat aktivitas terganggu, bahkan menghambat kekhusyukan beribadah.


Salah satu faktor penting yang memengaruhi daya tahan tubuh adalah pola makan, terutama saat sahur dan berbuka. Influencer kebugaran sekaligus binaragawan nasional, Ade Rai, membagikan strategi khusus agar imun tetap terjaga selama menjalani puasa Ramadan.


Sahur Bukan Sekadar Formalitas


Dalam tayangan di kanal YouTube Dunia Ade Rai, ia menegaskan bahwa sahur bukan hanya simbol agar kuat menahan lapar dan haus. Menurutnya, sahur adalah momen krusial yang menentukan bagaimana metabolisme tubuh bekerja selama belasan jam ke depan.


Ade menilai, banyak orang menganggap sahur hanya sebagai kewajiban agar puasa sah. Padahal, jika diatur dengan strategi nutrisi yang tepat, sahur bisa menjadi kunci menjaga stabilitas energi, gula darah, dan sistem imun sepanjang hari.


Strategi Sahur Tanpa Karbohidrat


Salah satu tips yang cukup mengejutkan adalah anjuran untuk menghindari karbohidrat saat sahur. Ade menyarankan mengganti asupan karbo dengan protein dan lemak sehat yang lebih lambat dicerna serta tidak memicu lonjakan insulin secara drastis.


Beberapa contoh menu sahur yang ia rekomendasikan antara lain:


  • Telur
  • Ayam
  • Ikan
  • Sumber lemak sehat alami


Menurutnya, protein dan lemak memberikan energi yang lebih stabil dibandingkan karbohidrat sederhana yang bisa menyebabkan fluktuasi gula darah. Lonjakan gula darah yang tinggi di pagi hari berpotensi membuat tubuh cepat lemas saat siang.


Mengatur Jeda Makan untuk Stabilkan Gula Darah


Ade menjelaskan bahwa strategi ini berkaitan dengan durasi jeda makan. Jika asupan karbohidrat terakhir dikonsumsi pada malam hari, misalnya sekitar pukul 22.00, lalu tidak ditambah lagi saat sahur, maka tubuh memiliki waktu panjang tanpa lonjakan gula darah signifikan.


Dengan rentang waktu sekitar 18–20 jam tanpa tambahan karbohidrat, kadar gula darah cenderung lebih stabil. Kondisi ini membuat tubuh terdorong mencari sumber energi alternatif.


Tubuh Lebih Optimal Membakar Lemak


Saat tidak mendapat pasokan karbohidrat baru di pagi hari, tubuh akan mulai menggunakan cadangan energi yang tersimpan, yakni lemak. Proses ini dinilai menguntungkan untuk komposisi tubuh sekaligus membantu menjaga energi tetap konsisten selama berpuasa.


Selain itu, gula darah yang stabil juga berperan penting dalam menjaga fokus, stamina, dan daya tahan tubuh. Dengan strategi sahur yang tepat, risiko mudah lemas dan penurunan imun saat Ramadan dapat diminimalkan.


Meski demikian, setiap orang memiliki kondisi tubuh yang berbeda. Penting untuk menyesuaikan pola makan dengan kebutuhan masing-masing agar ibadah puasa tetap lancar dan tubuh tetap sehat hingga waktu berbuka tiba.