Notification

×

Iklan

Iklan

Ramadan Makin Ketat! 1.900 Personel Satpol PP Disiagakan, 43 Titik Tawuran Jadi Sorotan

Februari 18, 2026 Last Updated 2026-02-18T05:54:18Z

 

Satpol PP DKI Jakarta menyiagakan 1.900 personel setiap hari selama bulan Ramadan guna menjaga ketertiban dan keamanan ibu kota. Pengawasan difokuskan pada titik-titik rawan gangguan kamtibmas, termasuk 43 lokasi yang dipetakan berpotensi terjadi tawuran.


Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, menjelaskan bahwa pola pengamanan dilakukan melalui patroli rutin serta penguatan personel di wilayah dengan tingkat kerawanan lebih tinggi.


“Setiap hari dijaga oleh 1.900 personel. Ada yang mobile, ada yang monitoring wilayah. Jadi kita pantau terus,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).


43 Titik Rawan Tawuran Jadi Prioritas


Berdasarkan data Kesbangpol DKI, terdapat sekitar 43 titik yang tergolong rawan tawuran. Lokasi-lokasi tersebut menjadi prioritas pengawasan, terutama pada jam-jam rawan seperti malam hari hingga menjelang sahur.


Satriadi menyebut jumlah personel di titik tertentu bisa ditingkatkan hingga dua kali lipat dibanding hari biasa. Penempatan dilakukan secara fleksibel mengikuti dinamika di lapangan, dengan koordinasi bersama TNI dan Polri.


Menurutnya, potensi gangguan keamanan seringkali bersifat insidental. Karena itu, pemantauan dilakukan secara berkelanjutan melalui patroli serta laporan dari petugas di lapangan.


Sweeping Miras dan Tempat Hiburan


Selain mengantisipasi tawuran, Satpol PP juga meningkatkan pengawasan terhadap peredaran minuman keras serta operasional tempat hiburan selama Ramadan. Operasi dilakukan secara mendadak tanpa jadwal terbuka demi efektivitas penindakan.


Petugas juga menjaga taman dan ruang publik selama 24 jam untuk mencegah penyalahgunaan fasilitas umum maupun aktivitas yang meresahkan masyarakat selama bulan puasa.


PKL Takjil Ditata, Bukan Dilarang


Di sisi lain, Satpol PP memastikan tidak melarang pedagang takjil berjualan selama Ramadan. Menurut Satriadi, bulan puasa justru menjadi momentum ekonomi bagi masyarakat.


“Pedagang takjil itu kita tertibkan, kita tata. Bukan kita larang mereka untuk berjualan,” tegasnya.


Penataan difokuskan agar lapak tidak menutup jalur pedestrian dan tetap memberikan ruang aman bagi pejalan kaki. Trotoar, kata dia, harus tetap berfungsi sebagai fasilitas utama mobilitas warga.


Satpol PP sebelumnya memetakan sedikitnya 19 titik trotoar yang menjadi target penataan selama Ramadan. Lokasi-lokasi tersebut kerap dipadati pedagang musiman dan parkir liar sehingga menghambat arus pejalan kaki.


Pendekatan yang dilakukan di lapangan lebih bersifat persuasif, mengingat keberadaan pedagang takjil umumnya hanya bersifat sementara selama bulan puasa. Pemerintah berharap penataan ini dapat menjaga ketertiban tanpa menghambat aktivitas ekonomi warga.