Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran akhirnya meledak menjadi aksi militer terbuka pada Sabtu (28/2/2026). Serangan yang lebih dulu dilancarkan Israel kemudian diikuti oleh Amerika Serikat memicu rentetan ledakan di berbagai negara kawasan Teluk, termasuk Bahrain dan Arab Saudi.
Berikut rangkuman 18 fakta penting terkait eskalasi konflik terbaru di Timur Tengah:
1. Israel Luncurkan Serangan Pendahuluan
Pemerintah Israel mengumumkan “serangan pendahuluan” ke Iran. Kementerian Pertahanan Israel menetapkan status darurat nasional menyusul operasi tersebut.
Ledakan dilaporkan terdengar di sejumlah kota Iran, termasuk Teheran, Isfahan, Qom, Karaj, dan Kermanshah. Target disebut mencakup situs militer dan fasilitas rudal balistik.
2. AS Ikut Serang dalam Operasi Gabungan
Tak lama berselang, Amerika Serikat menyatakan ikut dalam operasi militer terhadap Iran. Presiden Donald Trump menyebut operasi itu bertujuan “menghilangkan ancaman yang akan segera terjadi”.
Pentagon menamai serangan ini sebagai Operasi Epic Fury, dengan sasaran utama kekuatan rudal dan angkatan laut Iran.
3. Iran Konfirmasi Agresi dan Kondisi Khamenei
Media pemerintah Iran mengonfirmasi adanya serangan udara Israel-AS. Laporan menyebut sejumlah titik di Teheran terdampak, termasuk area dekat kediaman Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.
4. Kedutaan AS di Qatar dan Bahrain Berlindung
Kedutaan Besar AS di Qatar dan Bahrain mengeluarkan perintah “shelter in place” bagi staf dan warga negara Amerika.
5. Presiden Iran Dilaporkan Aman
Media resmi menyatakan Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam kondisi aman pasca-serangan.
6-7. Yerusalem Ditutup, Sirene Serangan Berbunyi
Pemerintah kota Yerusalem menutup sekolah dan aktivitas publik. Sirene serangan udara berbunyi menyusul laporan peluncuran rudal dari Iran ke arah Israel.
8. Nama Operasi: Epic Fury
Departemen Pertahanan AS mengumumkan nama operasi besar-besaran tersebut. Trump bahkan menyerukan warga Iran untuk menggulingkan pemerintah mereka.
9. Internet Iran Lumpuh
Lembaga pemantau NetBlocks melaporkan pemadaman internet hampir total di Iran, langkah yang disebut mirip situasi perang sebelumnya.
10. Rudal Dicegat di Qatar
Sistem pertahanan Qatar dilaporkan mencegat rudal Iran. Negara ini menjadi tuan rumah Pangkalan Militer Al-Udeid, fasilitas terbesar AS di kawasan.
11. Ledakan di Bahrain
Pusat markas Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat di Bahrain dilaporkan menjadi sasaran rudal.
12. Pidato Tegas Trump
Dalam pidatonya, Trump berjanji menghancurkan industri rudal Iran dan mengakui kemungkinan korban jiwa di pihak AS.
13. Pangkalan di Irak Jadi Target
Pangkalan militer di Irak selatan yang menampung kelompok pro-Iran dilaporkan terkena serangan, termasuk brigade Kataeb Hezbollah.
14. Ledakan Terdengar di Riyadh
Koresponden AFP melaporkan dentuman keras di Riyadh, Arab Saudi.
15. UEA dan Kuwait Cegat Rudal
Uni Emirat Arab dan Kuwait mengumumkan pencegatan rudal balistik Iran di wilayah udara masing-masing.
16. Yordania Tembak Jatuh Dua Rudal
Militer Yordania menyatakan berhasil mencegat dua rudal balistik yang melintas.
17. Wilayah Udara Ditutup Massal
Qatar, Irak, dan Suriah menutup wilayah udara. Maskapai global seperti Air France, Lufthansa, Turkish Airlines, hingga Qatar Airways membatalkan penerbangan ke sejumlah kota Timur Tengah.
18. Respons Dunia: Dukungan dan Kekhawatiran
Uni Eropa menyebut situasi “berbahaya” dan mendesak perlindungan warga sipil. Inggris menyatakan kekhawatiran konflik meluas, sementara Australia mendukung langkah AS.
Dunia Khawatir Konflik Meluas
Eskalasi militer antara AS, Israel, dan Iran berpotensi memicu konflik regional lebih luas. Dengan penutupan wilayah udara, serangan rudal lintas negara, dan ancaman balasan dari Teheran, dunia kini menanti apakah jalur diplomasi masih terbuka atau kawasan Timur Tengah benar-benar memasuki babak perang besar.
