Notification

×

Iklan

Iklan

Bikin Merinding! Batu 2 Miliar Tahun Dibuka, Isinya Ternyata Masih “Hidup”

Maret 27, 2026 Last Updated 2026-03-27T00:55:27Z

 

Penemuan mengejutkan datang dari dunia sains. Para peneliti berhasil menemukan mikro-organisme yang masih hidup di dalam batu purba berusia sekitar 2 miliar tahun. Temuan ini membuka babak baru dalam pemahaman tentang kehidupan di Bumi.


Batuan kuno tersebut ditemukan di wilayah Afrika Selatan melalui metode pengeboran ultra-dalam. Saat batu dibuka, ilmuwan dibuat takjub karena menemukan kehidupan mikroba yang masih bertahan di dalamnya.


Mikroba “Hidup” dari Lapisan Geologi Tertua



Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Microbial Ecology mengungkap bahwa mikro-organisme tersebut diperkirakan telah bertahan hingga 100 juta tahun di dalam batu.


Penemuan ini menjadikannya sebagai salah satu bukti kehidupan tertua yang pernah ditemukan di lapisan geologi dalam Bumi.


Salah satu peneliti dari University of Tokyo, Yohey Suzuki, mengaku tidak menyangka batu setua itu masih bisa menjadi “rumah” bagi kehidupan.


Berevolusi Sangat Lambat


Para ilmuwan meyakini bahwa mikroba tersebut merupakan organisme asli yang telah lama terperangkap di dalam batu. Karena kondisi ekstrem dan minim energi, mikroba ini berevolusi dengan sangat lambat dibandingkan makhluk hidup pada umumnya.


Hal ini menjadi bukti bahwa kehidupan mampu bertahan dalam kondisi yang sangat keras, jauh dari cahaya matahari dan sumber nutrisi yang melimpah.


Ubah Cara Pandang tentang Asal Usul Kehidupan


Penemuan ini dinilai dapat mengubah pemahaman manusia tentang evolusi kehidupan di Bumi. Sebagai perbandingan, kehidupan pertama di planet ini diperkirakan muncul sekitar 3,5 miliar tahun lalu, sementara manusia modern baru ada ratusan ribu tahun terakhir.


Artinya, kehidupan mikroba memiliki daya tahan yang luar biasa dan mampu bertahan dalam kondisi ekstrem selama jutaan tahun.


Dampak Besar untuk Pencarian Kehidupan di Luar Bumi


Temuan ini tidak hanya penting bagi studi Bumi, tetapi juga berdampak besar pada pencarian kehidupan di luar angkasa.


Lembaga antariksa seperti NASA saat ini tengah melakukan penelitian intensif untuk menemukan tanda-tanda kehidupan di planet lain, termasuk Mars.


Salah satu misinya adalah menggunakan rover Perseverance untuk mengumpulkan sampel batuan dari Planet Merah.


Para peneliti memperkirakan usia batu di Mars bisa sebanding dengan batu yang ditemukan di Afrika Selatan. Hal ini memunculkan harapan bahwa kehidupan mikroba mungkin juga pernah—atau masih—ada di luar Bumi.


Penemuan mikroba hidup dalam batu purba ini menjadi pengingat bahwa kehidupan jauh lebih tangguh dari yang kita bayangkan. Bahkan di tempat paling ekstrem sekalipun, kehidupan masih bisa bertahan—dan mungkin, tidak hanya di Bumi.