Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Dinas Perhubungan Kota Bekasi mulai memetakan jalur-jalur utama yang akan dilalui pemudik. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan serta memastikan perjalanan berlangsung aman dan lancar.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Zeno Bachtiar, mengungkapkan bahwa terdapat tiga jalur utama yang menjadi fokus pengamanan, yaitu jalur utara, jalur tengah, dan jalur selatan.
“Seluruh sarana dan prasarana pendukung lalu lintas sudah kami siapkan. Tiga jalur ini akan menjadi prioritas pengawasan selama arus mudik dan balik,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).
Jalur Utara: Rute Favorit dari Jakarta
Jalur utara menjadi salah satu rute paling padat karena menjadi akses utama pemudik dari arah Jakarta menuju wilayah timur.
Beberapa ruas jalan yang termasuk dalam jalur ini antara lain:
- Jalan Sultan Agung
- Jalan Jenderal Sudirman
- Jalan Ahmad Yani
- Jalan Cut Meutia
- Jalan Ir. H. Juanda
- Bulak Kapal hingga Tambun
Variasi rute di jalur ini membuatnya fleksibel, namun juga berpotensi mengalami kepadatan tinggi, terutama di titik persimpangan.
Jalur Tengah: Alternatif Lewat Kalimalang
Untuk pemudik yang ingin menghindari kepadatan jalur utama, jalur tengah bisa menjadi pilihan alternatif. Rute ini melintasi Jalan Kalimalang yang dikenal sebagai jalur favorit kendaraan roda dua.
Adapun ruas yang dilalui meliputi:
- Jalan KH Noer Ali
- Jalan M. Hasibuan
- Jalan Chairil Anwar
- Jalan Cempaka (Margahayu)
- Jalan Kalimalang hingga Grand Wisata
- Jalur ini diprediksi tetap ramai, terutama saat puncak arus mudik.
- Jalur Selatan: Akses dari Arah Bogor
Sementara itu, jalur selatan diperuntukkan bagi pemudik yang datang dari arah Bogor dan sekitarnya.
Rute ini mencakup:
- Jalan Siliwangi
- Jalan Cut Meutia
- Jalan Ir. H. Juanda
- Bulak Kapal hingga Tambun
Meski tidak sepadat jalur utara, jalur selatan tetap perlu diwaspadai karena menjadi penghubung antarwilayah.
Pemkot Bekasi Siapkan Pengamanan Maksimal
Pemerintah Kota Bekasi memastikan seluruh jalur tersebut telah dipersiapkan dengan matang, termasuk pengaturan lalu lintas dan penempatan petugas di titik rawan kemacetan.
Upaya ini dilakukan agar mobilitas pemudik, baik saat arus berangkat maupun arus balik setelah Lebaran, dapat berjalan kondusif.
Pemudik diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan baik, memilih jalur alternatif jika diperlukan, serta tetap mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.
Dengan mengetahui jalur-jalur ini, pemudik diharapkan bisa lebih siap menghadapi potensi kemacetan dan memilih rute terbaik menuju kampung halaman.
