Notification

×

Iklan

Iklan

Dunia Terbelah! Rusia Murka, Arab Saudi-Indonesia Serukan Damai Usai AS Gempur Iran

Maret 01, 2026 Last Updated 2026-02-28T22:53:41Z

Ketegangan geopolitik kembali memanas setelah Amerika Serikat (AS) bersama Israel melancarkan serangan ke Iran pada Sabtu (1/3/2026). Aksi militer tersebut memicu kekhawatiran luas akan potensi konflik regional di Timur Tengah, terutama karena sejumlah negara Arab menjadi lokasi pangkalan militer AS.


Sejumlah ledakan dilaporkan terdengar di beberapa titik strategis, sementara negara-negara dunia ramai-ramai menyampaikan sikap resmi mereka. Berikut rangkuman respons internasional terhadap eskalasi terbaru ini.


Rusia: Tuduh Negosiasi Hanya Kedok


Rusia langsung bereaksi keras. Pemerintah Moskow meminta warganya segera meninggalkan Iran.


Mantan Presiden Rusia, Dmitry Medvedev, menyebut perundingan dengan AS selama ini hanya "kedok". Dalam unggahannya di X, ia menuding langkah Washington sebagai tindakan yang sudah direncanakan sejak awal.


Menurutnya, situasi ini menunjukkan bahwa diplomasi yang digaungkan sebelumnya tidak berjalan tulus.


 Qatar: Rudal Dicegat Sistem Pertahanan


Qatar yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS awalnya menyatakan kondisi negaranya aman. Namun, pejabat pertahanan kemudian mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udara Qatar berhasil mencegat sejumlah rudal Iran.


Pemerintah Doha menegaskan akan terus memantau situasi secara ketat guna memastikan stabilitas nasional.


Uni Eropa: Situasi “Berbahaya”


Uni Eropa memperingatkan bahwa kawasan Timur Tengah berada dalam situasi berbahaya.


Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, mendesak semua pihak menahan diri dan menekankan pentingnya menjaga keamanan nuklir, terutama setelah indikasi bahwa fasilitas nuklir Iran menjadi target.


Kepala kebijakan luar negeri UE, Kaja Kallas, juga mengumumkan penarikan personel non-esensial dari wilayah terdampak.


 Inggris: Warga Diminta Berlindung


Inggris menyatakan kekhawatiran bahwa serangan udara dapat memicu konflik regional lebih luas. Pemerintah London mengimbau warganya di Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab untuk mencari perlindungan sementara.


Prioritas utama Inggris saat ini adalah keselamatan warga negaranya di kawasan.


 Reza Pahlavi: Klaim Dekat dengan “Kemenangan”


Putra terakhir Shah Iran, Reza Pahlavi, menyebut serangan ini sebagai momentum menuju perubahan besar di Iran. Dalam pesannya kepada warga Iran, ia mengaku ingin kembali dan membantu membangun kembali negara tersebut.


 Yordania: Dua Rudal Balistik Berhasil Dicegat


Yordania melaporkan dua rudal balistik yang mengarah ke wilayahnya berhasil dicegat sistem pertahanan udara. Militer Yordania menyatakan kesiapan penuh melindungi kerajaan dan rakyatnya dari ancaman eksternal.


 Ukraina: Salahkan Kebijakan Iran


Ukraina menilai kebijakan pemerintah Iran terhadap rakyatnya dan negara lain menjadi penyebab utama eskalasi. Kyiv menyebut tindakan Teheran telah memperburuk situasi regional.


 Arab Saudi: Serukan Hentikan Eskalasi


Arab Saudi melalui Putra Mahkota Mohammed bin Salman melakukan komunikasi dengan Emir Qatar, Tamim bin Hamad Al Thani.


Keduanya sepakat pentingnya menghentikan tindakan eskalatif dan kembali ke meja dialog demi menjaga keamanan kawasan Teluk.


Prancis: Lindungi Warga dan Pasukan


Prancis menegaskan fokus utama adalah perlindungan warga negara dan pasukan militernya di Timur Tengah. Paris memiliki pangkalan militer di Qatar, UEA, dan Yordania.


 Uni Afrika: Waspadai Dampak Global


Uni Afrika menyerukan de-eskalasi segera. Ketua badan tersebut, Mahamoud Ali Youssouf, memperingatkan dampak konflik bisa merembet ke krisis energi, pangan, dan ekonomi global, terutama di Afrika.


 Kanada: Dukung Langkah AS


Kanada melalui Perdana Menteri Mark Carney menyatakan dukungan terhadap tindakan AS. Ottawa menilai langkah tersebut bertujuan mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir dan memperluas ancaman regional.


 China: Imbau Warga Segera Mengungsi


China belum mengeluarkan pernyataan politik resmi, namun telah meminta warganya di Iran segera mengungsi dan meningkatkan kewaspadaan. Kedutaan China di Israel juga memperingatkan warga agar membatasi aktivitas di luar rumah.


 Indonesia: Serukan Dialog dan Hormati Kedaulatan


Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menyatakan penyesalan atas gagalnya perundingan AS-Iran yang memicu eskalasi militer.


Pemerintah Indonesia kembali menegaskan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara serta penyelesaian konflik melalui dialog dan diplomasi damai.


Ketegangan Belum Usai


Eskalasi antara AS, Israel, dan Iran berpotensi memicu efek domino geopolitik dan ekonomi global. Harga energi, stabilitas keamanan regional, hingga arus perdagangan internasional kini berada dalam bayang-bayang ketidakpastian.


Dunia pun kini menanti: apakah jalur diplomasi masih bisa menyelamatkan Timur Tengah dari konflik yang lebih luas?