Notification

×

Iklan

Iklan

Harga Minyak Dunia Tembus US$113! Pemerintah Mulai Hitung Dampaknya ke Harga BBM

Maret 10, 2026 Last Updated 2026-03-10T03:14:03Z


Kenaikan harga minyak mentah dunia mulai menjadi perhatian pemerintah Indonesia. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) saat ini tengah mengkaji dampak lonjakan harga tersebut terhadap harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri.


Berdasarkan data terbaru, harga minyak mentah global pada Selasa pagi (9/3/2026) telah mencapai sekitar US$113,68 per barel, yang memicu kekhawatiran akan dampaknya terhadap biaya energi di berbagai negara, termasuk Indonesia.


Pemerintah Siapkan Langkah Antisipasi


Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah sedang menyiapkan sejumlah langkah komprehensif untuk menghadapi potensi dampak kenaikan harga minyak tersebut.


Menurutnya, pemerintah saat ini lebih fokus pada pengendalian harga, karena stok BBM nasional dipastikan dalam kondisi aman.


“Problem kita sekarang bukan di stok. Stok tidak ada masalah, sudah ada semuanya. Kita sekarang tinggal di harga. Kami sedang melakukan exercise untuk langkah-langkah yang komprehensif,” ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Selasa (10/3/2026).


Ia juga menegaskan bahwa pasokan BBM nasional, termasuk yang disuplai oleh Pertamina, tetap terjaga dengan baik.


BBM Subsidi Dipastikan Aman hingga Lebaran


Di tengah kenaikan harga minyak dunia, pemerintah memberikan kepastian bahwa harga BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan setidaknya hingga Lebaran.


Bahlil meminta masyarakat untuk tidak khawatir terhadap potensi kenaikan harga bahan bakar bersubsidi dalam waktu dekat.


“Saya pastikan agar masyarakat tidak perlu merasa khawatir menyangkut harga, karena sampai dengan Hari Raya ini Insya Allah tidak ada kenaikan harga BBM subsidi,” kata Bahlil.


Namun, ia belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai kemungkinan perubahan harga untuk BBM non-subsidi.


Masyarakat Diminta Tidak Panic Buying


Dengan kondisi stok BBM yang tetap aman, pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying atau pembelian berlebihan.


Menurut Bahlil, situasi pasokan energi nasional masih terkendali sehingga tidak ada alasan bagi masyarakat untuk panik.


“Ya sebenarnya tidak perlu ada panic buying,” tegasnya.


Pemerintah akan terus memantau perkembangan harga minyak global sekaligus menyiapkan berbagai kebijakan agar dampaknya terhadap perekonomian dan masyarakat dapat diminimalkan.