Notification

×

Iklan

Iklan

Hobi Gorengan Saat Buka Puasa? Hati-Hati, 4 Penyakit Ini Siap Mengintai!

Maret 02, 2026 Last Updated 2026-03-02T04:58:57Z



Gorengan hampir selalu jadi menu wajib saat azan Magrib berkumandang. Setelah menahan lapar dan haus seharian, camilan renyah ini terasa begitu nikmat disantap hangat-hangat. Namun di balik rasanya yang menggoda, ada risiko kesehatan yang perlu diwaspadai jika dikonsumsi terlalu sering selama Ramadan.


Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pernah mengingatkan bahwa satu potong gorengan bisa mengandung sekitar 100–150 kalori. Jika seseorang mengonsumsi tiga potong sekaligus, maka asupan kalori bisa mencapai 300–400 kalori dalam sekali makan.


Menurutnya, membakar 300–400 kalori bukan perkara mudah. Seseorang dengan berat badan sekitar 70 kilogram perlu berlari hingga 5 kilometer atau menggunakan treadmill sekitar 15 menit untuk mengimbanginya. Artinya, kebiasaan “nambah satu lagi” saat berbuka bisa berdampak signifikan pada berat badan dan metabolisme tubuh.


Lalu, penyakit apa saja yang berisiko muncul jika terlalu sering mengonsumsi gorengan saat buka puasa?


1. Obesitas


Gorengan mengandung kalori dan lemak tinggi karena proses memasaknya menggunakan minyak dalam jumlah banyak. Jika dikonsumsi rutin tanpa diimbangi aktivitas fisik, kelebihan kalori akan disimpan sebagai lemak tubuh.


Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu obesitas. Berat badan berlebih juga menjadi pintu masuk berbagai penyakit kronis lainnya.


2. Risiko Kanker


Makanan yang digoreng pada suhu tinggi berpotensi menghasilkan senyawa bernama akrilamida. Zat ini terbentuk ketika makanan berkarbohidrat dimasak dalam suhu tinggi, seperti saat digoreng hingga kecokelatan.


Beberapa penelitian menunjukkan akrilamida bersifat toksik dan berpotensi meningkatkan risiko kanker jika terpapar dalam jangka panjang. Karena itu, konsumsi gorengan sebaiknya dibatasi, bukan dijadikan menu harian saat berbuka.


3. Penyakit Jantung


Kandungan lemak jenuh dan lemak trans pada gorengan dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Jika dibiarkan, kondisi ini berisiko menyebabkan penyumbatan pembuluh darah.


Penyumbatan tersebut dapat memicu tekanan darah tinggi hingga penyakit jantung. Apalagi jika dikombinasikan dengan pola makan tinggi gula dan kurang aktivitas fisik selama Ramadan.


4. Diabetes Tipe 2


Studi dari Shenzen University Health Science Center menunjukkan bahwa konsumsi makanan yang digoreng secara terus-menerus berkaitan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2.


Asupan lemak berlebih dapat mengganggu sensitivitas insulin, sehingga kadar gula darah lebih sulit dikontrol. Jika kebiasaan ini berlangsung lama, risiko gangguan metabolik akan semakin besar.


Tetap Boleh, Asal Bijak


Bukan berarti gorengan harus dihindari sepenuhnya. Namun, penting untuk mengontrol porsi dan frekuensinya. Cobalah mengganti sebagian menu berbuka dengan kurma, buah segar, sup hangat, atau makanan yang dipanggang dan direbus.


Ramadan adalah momen menjaga keseimbangan, bukan hanya ibadah spiritual tetapi juga kesehatan tubuh. Jadi, sebelum mengambil gorengan ketiga, mungkin ada baiknya berpikir dua kali.