Suhu udara di Jakarta dan sekitarnya dilaporkan meningkat dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini membuat risiko kebakaran ikut melonjak, sehingga masyarakat diminta lebih waspada, terutama saat musim panas mulai terasa ekstrem.
Imbauan tersebut disampaikan oleh Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur. Kepala Seksi Operasi Gulkarmat Jakarta Timur, Abdul Wahid, menegaskan bahwa suhu panas merupakan salah satu faktor utama pemicu kebakaran.
Peringatan ini muncul usai petugas memadamkan kebakaran tumpukan pipa dan kabel di wilayah Kramat Jati. Ia mengingatkan bahwa meningkatnya suhu udara dapat mempercepat munculnya api, terutama jika terdapat bahan mudah terbakar di sekitar.
Warga Diminta Lebih Hati-hati Gunakan Listrik
Selain faktor cuaca, penggunaan listrik yang tidak bijak juga menjadi penyebab utama kebakaran. Warga diimbau untuk memastikan kondisi listrik aman, terutama saat rumah ditinggalkan dalam keadaan kosong.
Hal ini penting mengingat banyak masyarakat yang mulai bepergian atau mudik, sehingga rumah dalam kondisi tidak berpenghuni. Penggunaan alat listrik yang tidak diawasi dapat memicu korsleting dan berujung kebakaran.
Hindari Menyimpan Bahan Mudah Terbakar
Gulkarmat juga mengingatkan agar masyarakat tidak menaruh benda-benda mudah terbakar di area terbuka yang terkena sinar matahari langsung. Bahan seperti bensin, solar, hingga benda kering sangat rentan memicu api ketika suhu tinggi.
Kondisi ini diperparah jika barang-barang tersebut dibiarkan tanpa pengawasan dalam waktu lama, terutama di lingkungan padat penduduk.
Jakarta Masuk Kota Terpanas di Indonesia
Data dari BMKG menunjukkan bahwa Jakarta menjadi salah satu kota dengan suhu tertinggi di Indonesia pada pertengahan Maret 2026. Suhu di wilayah Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, bahkan mencapai 35,6 derajat Celsius.
Selain Jakarta, sejumlah wilayah lain juga mencatat suhu tinggi, seperti Ciputat dan Tangerang di Banten yang menyentuh angka di atas 35 derajat Celsius. Beberapa kota di Kalimantan dan Papua juga masuk dalam daftar wilayah dengan suhu panas ekstrem.
Kondisi ini menunjukkan bahwa gelombang panas tidak hanya terjadi di satu wilayah, melainkan merata di berbagai daerah di Indonesia.
Waspada, Risiko Kebakaran Bisa Terjadi Kapan Saja
Dengan meningkatnya suhu udara, risiko kebakaran bisa terjadi kapan saja, baik akibat faktor alam maupun kelalaian manusia. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan dalam aktivitas sehari-hari.
Langkah sederhana seperti memeriksa instalasi listrik, menjauhkan bahan mudah terbakar, serta memastikan kondisi rumah aman sebelum ditinggalkan dapat membantu mencegah terjadinya kebakaran.
