Eskalasi konflik di Timur Tengah kembali memanas pada Sabtu (28/2/2026) setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran. Ledakan yang terjadi memicu ketegangan regional dan berdampak luas, termasuk pada sektor penerbangan internasional.
Iran merespons dengan serangan ke sejumlah negara yang menjadi lokasi penempatan pasukan militer AS, seperti Bahrain, Irak, Kuwait, Qatar, Suriah, Uni Emirat Arab (UEA), dan Arab Saudi. Dampaknya tak hanya pada aspek militer dan infrastruktur, tetapi juga membuat lalu lintas udara di kawasan nyaris lumpuh.
Maskapai Dunia Batalkan dan Alihkan Rute
British Airways, Virgin Atlantic, dan Wizz Air termasuk maskapai yang langsung membatasi operasional ke wilayah terdampak.
Beberapa kebijakan yang diumumkan antara lain:
- British Airways membatalkan penerbangan ke Tel Aviv dan Bahrain hingga 4 Maret 2026, serta ke Amman pada 28 Februari.
- Virgin Atlantic membatalkan rute London Heathrow–Dubai dan memperingatkan kemungkinan keterlambatan penerbangan ke India, Arab Saudi, dan Maladewa akibat pengalihan jalur.
- Wizz Air menangguhkan seluruh penerbangan ke dan dari Israel, Dubai, Abu Dhabi, serta Amman hingga 7 Maret 2026.
Langkah ini diambil setelah wilayah udara Iran resmi ditutup dan sejumlah negara di sekitarnya memperketat pengawasan keamanan udara.
Qatar Airways dan Emirates Hentikan Operasi
Qatar Airways mengonfirmasi penangguhan sementara penerbangan ke dan dari Doha menyusul penutupan wilayah udara Qatar.
Sementara itu, Emirates juga menghentikan sementara layanan ke dan dari Dubai karena situasi keamanan yang belum kondusif.
Peta pelacakan penerbangan global menunjukkan wilayah udara di atas Iran, Irak, Kuwait, Israel, dan Bahrain hampir kosong, menandakan penghindaran total oleh pesawat komersial internasional.
Bandara Dubai Lumpuh Total
Dampak paling signifikan terjadi di Dubai. Dubai International Airport (DXB) dan Al Maktoum International Airport (DWC) menangguhkan seluruh penerbangan hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Otoritas bandara melalui pernyataan resmi di platform X meminta penumpang untuk tidak datang ke bandara dan segera menghubungi maskapai masing-masing guna memperoleh informasi terbaru.
Dubai selama ini dikenal sebagai salah satu hub penerbangan tersibuk di dunia. Penangguhan total operasional ini menjadi sinyal betapa seriusnya dampak konflik terhadap industri penerbangan global.
Inggris Keluarkan Imbauan Darurat
Inggris melalui Kementerian Luar Negeri mendesak warganya di Bahrain, Qatar, Kuwait, dan UEA untuk segera berlindung di tempat aman menyusul laporan ledakan di sejumlah wilayah.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyebut kegagalan mencapai kesepakatan pembatasan program nuklir Iran sebagai salah satu alasan dilakukannya serangan.
Dampak Global dan Ketidakpastian
Penutupan wilayah udara Iran dan penghindaran rute di atas kawasan konflik memicu efek domino pada jadwal penerbangan global. Pengalihan jalur menyebabkan waktu tempuh lebih panjang dan potensi kenaikan biaya operasional maskapai.
Dengan Dubai sebagai simpul utama penerbangan internasional, gangguan ini berpotensi mengacaukan konektivitas antara Eropa, Asia, dan Afrika.
Jika eskalasi terus berlanjut, bukan hanya sektor militer dan energi yang terdampak, tetapi juga industri penerbangan dan pariwisata global yang kembali menghadapi tekanan berat. Dunia kini menanti, apakah jalur diplomasi masih mampu meredam gejolak sebelum situasi semakin meluas.
