Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah kapal selam nuklir milik Angkatan Laut Inggris, HMS Anson, dilaporkan telah memasuki wilayah Laut Arab. Kehadiran kapal selam canggih ini memicu spekulasi terkait potensi eskalasi konflik dengan Iran.
Kapal selam tersebut diketahui berangkat dari Perth pada 6 Maret 2026 dan kini telah mengambil posisi strategis di perairan dalam bagian utara Laut Arab. Dengan kemampuan tempur yang tinggi, HMS Anson disebut siap menjalankan berbagai misi, termasuk serangan jarak jauh jika diperlukan.
HMS Anson dilengkapi dengan rudal jelajah Tomahawk Block IV yang memiliki jangkauan hingga 1.000 mil, serta torpedo Spearfish yang dikenal sangat mematikan. Kombinasi persenjataan ini membuat kapal selam tersebut menjadi salah satu aset militer paling berbahaya di kawasan.
Pergerakan kapal ini terjadi setelah pemerintah Inggris di Downing Street, di bawah kepemimpinan Keir Starmer, menyetujui penggunaan pangkalan militer Inggris oleh Amerika Serikat untuk operasi yang lebih luas, termasuk potensi serangan ke target Iran.
Awalnya, penggunaan pangkalan tersebut hanya diizinkan untuk tujuan defensif. Namun, kebijakan tersebut kini diperluas guna melindungi jalur pelayaran internasional, terutama setelah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz.
Dalam operasionalnya, HMS Anson secara rutin muncul ke dekat permukaan setiap 24 jam untuk melakukan komunikasi dengan markas militer Inggris di Northwood, London. Perintah operasi, termasuk potensi peluncuran rudal, akan dikendalikan dari pusat komando tersebut.
Sumber pertahanan menyebutkan bahwa kapal selam ini dapat meluncurkan serangan dalam waktu singkat jika mendapat persetujuan dari pemerintah. Dalam skenario tertentu, HMS Anson mampu menembakkan salvo rudal secara simultan ke target yang telah ditentukan.
Sebagai kapal selam bertenaga nuklir, HMS Anson memiliki keunggulan dalam daya tahan. Kapal ini tidak memerlukan pengisian bahan bakar selama hingga 25 tahun operasional, serta mampu memproduksi air dan udara secara mandiri. Bahkan, secara teknis kapal ini bisa beroperasi mengelilingi dunia tanpa harus sering muncul ke permukaan.
Namun, keterbatasan tetap ada, terutama dalam hal logistik. Kapal ini hanya mampu membawa persediaan makanan untuk sekitar tiga bulan bagi 98 awak di dalamnya.
Meski keberadaannya dirahasiakan, sumber militer menyebut bahwa kapal selam ini dapat ditempatkan secara diam-diam di wilayah target dan bertahan selama berminggu-minggu tanpa terdeteksi. Informasi mengenai lokasi pastinya pun hanya diketahui oleh lingkaran terbatas di militer Inggris.
Kementerian Pertahanan Inggris sendiri memilih untuk tidak memberikan komentar rinci terkait pergerakan HMS Anson. Mereka hanya menyatakan bahwa pihaknya terus memantau situasi dan kesiapan militer di kawasan secara berkala.
Dengan meningkatnya aktivitas militer di Laut Arab, situasi keamanan global kembali berada dalam tekanan. Kehadiran kapal selam nuklir ini menjadi sinyal kuat bahwa konflik berpotensi meluas jika tidak segera mereda.
