Notification

×

Iklan

Iklan

Libur Lebaran Tetap Jalan, Tapi Layanan Sosial Nggak Boleh Libur! Instruksi Tegas Gus Ipul

Maret 17, 2026 Last Updated 2026-03-17T14:32:33Z


Momentum libur Lebaran 2026 tidak membuat pelayanan publik ikut berhenti. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa seluruh layanan Kementerian Sosial (Kemensos) harus tetap berjalan selama periode Idul Fitri.


Dalam arahannya pada rapat pimpinan di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Selasa (17/3/2026), Gus Ipul menekankan bahwa masyarakat tetap membutuhkan kehadiran negara, terutama kelompok rentan yang tidak sepenuhnya merasakan kebahagiaan hari raya.


“Libur boleh berjalan, tetapi pelayanan tidak boleh berhenti,” tegasnya.


Rapat tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Sekretaris Jenderal Robben Rico, serta jajaran pejabat tinggi Kemensos lainnya.


Layanan Sosial Harus Siaga 24 Jam


Untuk memastikan pelayanan tetap optimal, Gus Ipul meminta seluruh unit kerja menyiapkan petugas piket dan memperkuat kesiapsiagaan. Ia juga menekankan pentingnya respons cepat terhadap situasi darurat sosial.


Beberapa layanan yang wajib aktif selama libur Lebaran antara lain:


  • Command center
  • Call center
  • WhatsApp center
  • Kanal media sosial resmi


Semua kanal tersebut harus siaga 24 jam guna menerima laporan, aduan, serta kebutuhan rujukan sosial dari masyarakat.


Fokus pada Kelompok Rentan


Kemensos memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan selama libur panjang ini. Mereka meliputi:


  • Lansia tunggal
  • Penyandang disabilitas
  • Anak-anak rentan
  • Masyarakat miskin ekstrem
  • Korban bencana
  • Warga terlantar


Gus Ipul meminta seluruh jajaran memastikan distribusi bantuan berjalan cepat dan tepat sasaran, termasuk kesiapan logistik dan buffer stock.


Bansos Tak Boleh Terhambat


Selain layanan darurat, penyaluran bantuan sosial (bansos) juga menjadi prioritas utama. Gus Ipul menegaskan bahwa hak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tidak boleh tertunda hanya karena libur panjang.


Ia juga meminta pembaruan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) tetap berjalan untuk menjaga akurasi data penerima bantuan.


Antisipasi Dampak Global


Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul turut menyinggung potensi dampak konflik di Timur Tengah terhadap kondisi sosial ekonomi di Indonesia. Menurutnya, situasi global dapat memicu inflasi dan penurunan daya beli masyarakat.


Hal ini berisiko membuat sebagian masyarakat turun kelas ekonomi, terutama pada kelompok desil bawah. Oleh karena itu, pembaruan data dan penguatan program bansos menjadi langkah penting untuk mengantisipasi lonjakan kemiskinan.


Dorong Efisiensi dan Digitalisasi


Tak hanya fokus pada pelayanan, Gus Ipul juga menginstruksikan efisiensi anggaran di lingkungan Kemensos. Beberapa langkah yang didorong antara lain:


  • Mengurangi perjalanan dinas yang tidak penting
  • Memangkas kegiatan seremonial
  • Mengurangi penggunaan anggaran ATK
  • Mendorong sistem kerja digital dan paperless


Ia juga meminta penyederhanaan program agar tidak terjadi tumpang tindih antar satuan kerja.


Larangan Gunakan Kendaraan Dinas untuk Mudik


Sebagai penutup, Gus Ipul mengingatkan seluruh jajaran untuk menjaga integritas selama libur Lebaran. Ia melarang penggunaan kendaraan dinas untuk kepentingan pribadi, termasuk mudik.


“Kendaraan dinas harus diparkir, kecuali digunakan untuk tugas resmi dengan izin,” tegasnya.


Dengan berbagai langkah tersebut, Kemensos berupaya memastikan bahwa kehadiran negara tetap dirasakan masyarakat, bahkan di tengah suasana libur Lebaran sekalipun.