Notification

×

Iklan

Iklan

Rezeki Nomplok! Penarik Becak di Cirebon Dapat Rp1,4 Juta Meski Libur Lebaran

Maret 17, 2026 Last Updated 2026-03-17T14:44:37Z


Sebanyak 20 penarik becak di kawasan Pasar Minggu, Kabupaten Cirebon, mendapat kompensasi dari Gubernur Jawa Barat sebagai pengganti penghasilan selama masa libur arus mudik dan balik Idulfitri 1447 H.


Salah satu penerima, Taslim, mengaku bersyukur atas bantuan sebesar Rp1,4 juta yang baru pertama kali ia terima. Menurutnya, kebijakan ini sangat membantu kebutuhan keluarganya menjelang Lebaran.


“Kami ada 20 orang yang menerima kompensasi dari Pak Gubernur. Baru tahun ini dapat,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).


Libur 14 Hari, Tetap Dapat Penghasilan


Dengan adanya kompensasi tersebut, para penarik becak sepakat untuk tidak beroperasi selama 14 hari, mulai H-7 hingga H+7 Idulfitri. Kebijakan ini diterapkan untuk mengurangi kepadatan di jalur mudik, khususnya di wilayah Pasar Baru, Kabupaten Cirebon.


Taslim menyebutkan, uang yang diterimanya akan digunakan untuk kebutuhan Lebaran seperti membayar zakat fitrah dan membeli pakaian anak.


“Terima kasih, kami akan mematuhi karena sudah menerima kompensasinya,” katanya.


Lebih Besar dari Penghasilan Harian


Bagi para penarik becak, nominal kompensasi tersebut tergolong besar. Dalam kondisi normal, mereka hanya mampu memperoleh sekitar Rp50 ribu per hari, bahkan terkadang tidak mendapatkan penumpang sama sekali saat sepi.


Dengan demikian, bantuan Rp1,4 juta dinilai jauh lebih menguntungkan dibandingkan tetap bekerja di tengah arus mudik yang padat.


Kebijakan Gubernur untuk Kurangi Kemacetan


Program ini merupakan inisiatif dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang memberikan kompensasi kepada pengemudi angkutan tradisional, termasuk becak, angkot, dan delman.


Total sebanyak 5.000 pengemudi di wilayah Jawa Barat menerima bantuan serupa dengan tujuan utama mengurangi kepadatan lalu lintas selama musim mudik Lebaran.


Dukungan dari Pemerintah Pusat


Langkah tersebut mendapat apresiasi dari Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. Ia menilai kebijakan ini tidak hanya membantu kelancaran arus mudik, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi para pengemudi.


Dudy bahkan mendorong daerah lain untuk meniru kebijakan serupa demi menciptakan perjalanan mudik yang lebih aman dan nyaman.


Imbauan Keselamatan di Jalur Pantura


Selain itu, Kementerian Perhubungan juga mengingatkan masyarakat, khususnya pencari koin di sepanjang jalur Pantura Kali Sewo, untuk tidak beraktivitas selama arus mudik. Aktivitas tersebut dinilai berisiko tinggi dan dapat membahayakan pengguna jalan.


Pemerintah memastikan kondisi jalur Pantura Jawa Barat dalam keadaan baik dan siap dilalui pemudik dengan aman.


Kebijakan kompensasi ini menjadi solusi win-win, di mana kemacetan dapat ditekan sekaligus membantu ekonomi para pengemudi angkutan tradisional menjelang Hari Raya.