Notification

×

Iklan

Iklan

Misteri Mojtaba Khamenei: Dikabarkan Terluka Parah, Disebut Diam-diam Dioperasi di Rusia

Maret 17, 2026 Last Updated 2026-03-16T23:50:22Z


Spekulasi mengenai kondisi pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, kembali menjadi sorotan dunia. Ia dikabarkan mengalami luka serius setelah serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel, hingga disebut harus menjalani operasi rahasia di Rusia.


Laporan media internasional menyebutkan bahwa putra dari mendiang Ali Khamenei itu dievakuasi secara diam-diam dari Iran untuk mendapatkan perawatan medis. Operasi tersebut disebut dilakukan di kompleks kepresidenan milik Presiden Rusia, Vladimir Putin, di Moskow.


Dievakuasi dari bunker yang diserang


Menurut laporan surat kabar Kuwait, Al-Jarida, Mojtaba sebelumnya berada di sebuah bunker yang menjadi sasaran serangan gabungan AS dan Israel. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan beberapa anggota keluarganya, termasuk ayahnya, Ali Khamenei.


Setelah serangan itu, Mojtaba disebut dievakuasi secara rahasia dari lokasi perlindungan tersebut. Ia kemudian diterbangkan ke Moskow menggunakan pesawat militer Rusia dalam kondisi luka parah.


Setibanya di Rusia, Mojtaba dilaporkan menjalani operasi darurat. Sumber yang dikutip Al-Jarida menyebut operasi tersebut berjalan sukses, meskipun detail mengenai jenis luka yang dialami belum jelas.


Kondisi Mojtaba masih simpang siur


Sejumlah laporan menyebut kondisi kesehatan Mojtaba sangat beragam. Ada yang mengatakan ia mengalami patah kaki dan luka di wajah, sementara laporan lain menyebut kemungkinan kehilangan satu kaki atau bahkan berada dalam kondisi koma.


Namun hingga kini informasi tersebut belum bisa diverifikasi secara independen.


Pemerintah Iran sendiri belum memberikan konfirmasi resmi mengenai kabar operasi tersebut.


Iran bantah kabar kematian


Di tengah berbagai spekulasi, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa Mojtaba Khamenei masih hidup dan dalam kondisi baik.


Ia menyatakan pemimpin tertinggi Iran tersebut tetap memantau situasi negara meskipun belum tampil secara langsung di hadapan publik.


Pernyataan ini juga muncul setelah Presiden AS, Donald Trump, sempat mengatakan bahwa dirinya mendengar informasi mengenai kemungkinan kematian Mojtaba.


Belum muncul di publik sejak diangkat


Mojtaba Khamenei resmi menjadi pemimpin tertinggi Iran sejak 1 Maret, menggantikan ayahnya yang tewas dalam serangan pada akhir Februari lalu.


Meski telah menjabat, Mojtaba belum pernah tampil langsung di depan kamera. Pernyataan pertamanya kepada rakyat Iran hanya disampaikan melalui teks yang dibacakan oleh presenter televisi pemerintah.


Dalam pernyataan tersebut, Mojtaba menegaskan Iran tidak akan ragu membalas serangan terhadap negaranya. Ia juga menyebut kemungkinan menutup Selat Hormuz serta memperingatkan negara-negara di kawasan agar tidak mengizinkan pangkalan militer AS digunakan untuk menyerang Iran.


“Saya meyakinkan semua orang bahwa kami tidak akan menahan diri untuk membalas darah para martir,” tegasnya dalam pernyataan tersebut.


Hingga saat ini, keberadaan dan kondisi sebenarnya Mojtaba Khamenei masih menjadi misteri yang memicu berbagai spekulasi di tingkat internasional.