Dalam berbagai kisah sejarah Islam, sahabat Nabi Muhammad SAW biasanya merujuk pada orang-orang yang hidup sezaman dengan beliau dan mengikuti ajaran Islam. Namun ada satu kisah unik yang sering dibicarakan, yaitu tentang sebuah pohon tua yang dijuluki sebagai “Sahabat Nabi” dan diyakini masih hidup hingga sekarang.
Pohon tersebut dikenal dengan nama Pohon Sahabi, yang berada di wilayah gurun Safawi dekat kota Al-Mafraq, Yordania. Menurut sejumlah riwayat, pohon ini dipercaya pernah menjadi tempat berteduh Nabi Muhammad SAW ketika masih kecil saat melakukan perjalanan dagang menuju wilayah Syam.
Kisah Perjalanan Nabi Saat Masih Kecil
Dalam riwayat sejarah Islam, diceritakan bahwa Nabi Muhammad kecil pernah ikut dalam perjalanan kafilah dagang Quraisy menuju Syam bersama pamannya, Abu Talib. Dalam perjalanan panjang melintasi gurun, rombongan tersebut sempat berhenti untuk beristirahat di bawah sebuah pohon yang berdiri sendirian di tengah hamparan padang pasir.
Di tempat itulah terjadi peristiwa yang kemudian menjadi bagian dari kisah populer dalam sejarah Islam.
Menurut beberapa riwayat yang juga dikutip situs Royal Jordanian, seorang pendeta Nasrani bernama Bahira yang tinggal di daerah tersebut melihat rombongan kafilah dari kejauhan. Ia merasa heran karena melihat awan menaungi salah satu anggota rombongan.
Ketika kafilah berhenti di bawah pohon itu, Bahira mendatangi mereka dan memperhatikan seorang anak kecil bernama Muhammad. Setelah berbincang dengan Abu Talib serta memperhatikan sejumlah tanda, Bahira diyakini menyimpulkan bahwa anak tersebut kelak akan menjadi seorang nabi.
Ia kemudian memperingatkan Abu Talib agar menjaga Muhammad dengan baik selama perjalanan.
Pohon Sahabi yang Berdiri Sendirian di Gurun
Seiring waktu, pohon tempat peristiwa tersebut terjadi dikenal sebagai Pohon Sahabi. Nama “sahabi” sendiri berasal dari kata sahabat Nabi, sehingga pohon ini sering dianggap sebagai saksi perjalanan awal kehidupan Nabi Muhammad sebelum masa kenabian.
Pohon ini memiliki nama ilmiah Atlantic Pistachio. Hal yang membuatnya semakin menarik adalah lokasinya yang sangat unik. Pohon tersebut berdiri sendirian di tengah gurun yang tandus, tanpa pepohonan lain di sekitarnya.
Karena itulah banyak orang menganggap keberadaan pohon ini sebagai sesuatu yang istimewa dan penuh nilai sejarah.
Ditemukan Kembali di Era Modern
Di era modern, keberadaan Pohon Sahabi kembali menjadi perhatian setelah ditelusuri oleh Pangeran Ghazi bin Muhammad dari Yordania.
Menurut arsip kerajaan Yordania, setelah menyelesaikan studinya di University of Cambridge, Ghazi bekerja di Royal Archives of Jordan. Dalam penelusuran dokumen lama, ia menemukan catatan mengenai sebuah pohon bersejarah di wilayah Safawi, Zarqa Governorate.
Dokumen tersebut menunjukkan bahwa pohon tersebut pernah terlewat dalam inventarisasi situs-situs penting pada masa Raja Abdullah I. Dari penelitian itulah pohon tersebut diyakini sebagai lokasi yang berkaitan dengan kisah perjalanan Nabi Muhammad SAW.
Kini Jadi Destinasi Wisata Religi
Saat ini, Pohon Sahabi menjadi salah satu destinasi wisata religi di Yordania. Banyak peziarah dan wisatawan dari berbagai negara datang untuk melihat langsung pohon yang dipercaya telah berusia lebih dari 1.400 tahun tersebut.
Meski kisahnya sering dipandang sebagai bagian dari tradisi sejarah Islam, Pohon Sahabi tetap menjadi simbol menarik yang menghubungkan masa lalu dengan perjalanan awal kehidupan Nabi Muhammad SAW.
Keberadaannya di tengah gurun yang gersang juga membuat pohon ini semakin memikat perhatian para pengunjung dari seluruh dunia.
