Memasuki H+4 Lebaran 2026, aktivitas perdagangan di pasar tradisional mulai kembali menggeliat meski belum sepenuhnya normal. Di Pasar Rumput, sejumlah pedagang sayuran sudah kembali berjualan, walau masih ada beberapa kios yang tutup.
Salah satu komoditas yang menjadi sorotan adalah cabai rawit merah. Setelah sempat melonjak tinggi saat Lebaran, kini harganya mulai menunjukkan tren penurunan, meskipun masih tergolong mahal di tingkat pedagang.
Pedagang sayur bernama Hedi mengungkapkan, harga cabai rawit merah saat ini berada di kisaran Rp90.000 per kilogram. Angka ini turun dari sebelumnya yang sempat mencapai Rp110.000 saat Lebaran, bahkan menyentuh Rp130.000 per kg beberapa hari sebelumnya.
Menurut Hedi, penurunan harga ini dipengaruhi oleh perubahan cuaca yang mulai panas serta membaiknya pasokan dari daerah produksi. Namun, distribusi barang disebut masih belum sepenuhnya lancar akibat arus mudik dan balik Lebaran.
Ia memperkirakan harga cabai akan terus berangsur turun setelah kondisi distribusi kembali normal pasca Lebaran.
Sementara itu, harga cabai merah keriting relatif stabil di angka Rp50.000 per kilogram. Komoditas ini tidak mengalami lonjakan signifikan baik sebelum maupun sesudah Lebaran.
Di sisi lain, harga bawang merah justru mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Saat ini, harganya berada di kisaran Rp45.000 per kilogram, turun dari puncaknya di Rp55.000 pada awal bulan.
Untuk bawang putih, harga cenderung stabil. Bawang putih bonggol dijual sekitar Rp40.000 per kg, sementara jenis kating berada di kisaran Rp45.000 per kg. Stabilitas ini dipengaruhi oleh pasokan impor yang relatif terjaga.
Pedagang lain, Gusti, juga mengonfirmasi tren penurunan harga cabai rawit merah, meskipun di lapaknya masih dijual sedikit lebih tinggi, yakni Rp95.000 per kg. Ia menduga turunnya harga dipicu oleh mulai masuknya masa panen dari petani.
Meski demikian, para pedagang sepakat bahwa harga cabai saat ini belum sepenuhnya kembali normal. Namun, dengan membaiknya cuaca dan distribusi, harga diprediksi akan terus menurun dalam waktu dekat.
Kondisi ini menjadi angin segar bagi masyarakat, terutama setelah lonjakan harga bahan pokok selama periode Lebaran.
