Notification

×

Iklan

Iklan

Pemudik Sudah Nunggu dari Subuh, Tapi Kapal Tak Kunjung Berangkat di Pelabuhan Ini

Maret 16, 2026 Last Updated 2026-03-15T23:09:58Z

 

Arus mudik di Pelabuhan Tanjung Kalian pada Minggu (15/3/2026) diwarnai antrean panjang dan waktu tunggu yang tidak menentu. Ribuan calon penumpang yang hendak menyeberang menuju Pulau Sumatera terpaksa menunggu berjam-jam sebelum mendapatkan kepastian jadwal keberangkatan kapal.


Situasi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah setelah Hidayat Arsani, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, melakukan peninjauan langsung ke lokasi pelabuhan pada Minggu sore. Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk melihat kondisi pelayanan kepada para pemudik.


Pemudik Mengeluh Sudah Menunggu Sejak Subuh


Banyak penumpang mengaku sudah datang sejak pagi buta demi mendapatkan tempat di kapal penyeberangan menuju Sumatera. Namun hingga siang bahkan sore hari, sebagian dari mereka masih belum mendapat kepastian keberangkatan.


Salah satu pemudik, Ami (35), yang berasal dari Palembang, mengatakan dirinya sudah berada di pelabuhan sejak pagi bersama keluarganya.


“Kami sudah menunggu sangat lama di sini sejak pagi supaya bisa dapat jadwal keberangkatan,” ujarnya saat berbincang dengan gubernur di area tunggu penumpang.


Fenomena pemudik yang datang sejak subuh namun belum juga diberangkatkan menjadi sorotan utama dalam kunjungan tersebut.


Gubernur Tegaskan Pelayanan Harus Diperbaiki


Melihat kondisi di lapangan, Hidayat Arsani menilai situasi tersebut tidak seharusnya terjadi. Ia menegaskan bahwa masyarakat yang sudah membeli tiket berhak mendapatkan pelayanan yang jelas dan terjadwal.


Menurutnya, tidak wajar jika kapal sudah bersandar di pelabuhan sementara para penumpang masih harus menunggu lama tanpa kepastian keberangkatan.


“Kami tidak ingin masyarakat sudah menunggu sejak subuh, sementara kapal sudah ada tetapi belum berangkat. Ini harus segera kita evaluasi,” tegasnya.


Pemerintah Minta Maaf dan Siapkan Evaluasi


Menanggapi berbagai keluhan tersebut, pemerintah provinsi menyampaikan permohonan maaf kepada para pemudik atas pelayanan yang belum optimal di pelabuhan.


Gubernur menegaskan bahwa aspek kenyamanan serta pelayanan yang manusiawi harus menjadi prioritas utama dalam sistem transportasi publik, terutama saat musim mudik.


Sebagai langkah perbaikan, pemerintah daerah berencana menggelar rapat koordinasi besar dengan seluruh pihak terkait untuk memperbaiki sistem antrean serta penjadwalan kapal agar lebih efisien.


Polisi: Ini Belum Puncak Arus Mudik


Sementara itu, Viktor T. Sihombing, Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, menyampaikan bahwa kondisi keamanan di pelabuhan masih terkendali. Meski begitu, ia menilai pengelolaan operasional kapal masih perlu ditingkatkan.


Menurutnya, evaluasi ini sangat penting karena arus mudik diperkirakan belum mencapai puncaknya.


“Ini belum puncaknya. Karena itu kami datang langsung untuk melihat, mengevaluasi, dan mengoreksi agar saat puncak arus mudik pelayanan bisa jauh lebih baik,” ujarnya.


Dengan evaluasi yang dilakukan sejak awal, pemerintah berharap penumpukan penumpang di pelabuhan dapat diminimalkan sehingga perjalanan mudik masyarakat berjalan lebih lancar dan nyaman.