Konflik di Timur Tengah terus meningkat setelah Amerika Serikat memperluas operasi militernya terhadap Iran dan kelompok sekutunya di kawasan Teluk. Eskalasi perang ini tidak hanya memicu serangkaian serangan baru, tetapi juga mengguncang pasar energi global dengan lonjakan harga minyak dunia.
Militer Amerika Serikat melaporkan telah menyerang lebih dari 3.000 target dalam minggu pertama konflik. Operasi tersebut menjadi salah satu ofensif terbesar yang dilakukan Washington di kawasan tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
Situasi ini memicu kekhawatiran internasional karena berpotensi memperluas konflik ke berbagai negara di Timur Tengah.
Produksi senjata AS ditingkatkan
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan sejumlah perusahaan pertahanan utama di negaranya telah sepakat untuk meningkatkan produksi senjata canggih. Langkah ini dilakukan untuk mendukung operasi militer yang sedang berlangsung.
Keputusan tersebut diumumkan pada hari ketujuh konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang semakin intensif di kawasan Timur Tengah.
Harga minyak dunia melonjak tajam
Ketegangan perang langsung berdampak pada pasar energi global. Harga minyak mentah acuan internasional Brent Laut Utara melonjak hingga 92,69 dolar AS per barel.
Kenaikan tersebut mencapai sekitar 8,5 persen hanya dalam satu hari dan hampir 30 persen sepanjang pekan. Lonjakan harga dipicu kekhawatiran terganggunya pasokan energi akibat serangan yang terjadi di kawasan Teluk.
Serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah target strategis memicu serangan balasan dari Iran yang turut mengganggu sektor energi dan transportasi global.
Serangan roket di Bandara Baghdad
Ketegangan juga terjadi di Irak setelah roket menghantam kompleks bandara Baghdad yang menampung pangkalan militer serta fasilitas diplomatik Amerika Serikat.
Kelompok bersenjata Saraya Awliyaa al-Dam, yang mengaku bagian dari jaringan Perlawanan Islam di Irak yang didukung Teheran, mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Enam tentara AS tewas di Kuwait
Gedung Putih menyatakan Presiden Donald Trump akan menghadiri upacara pemulangan jenazah enam tentara Amerika Serikat yang tewas akibat serangan drone Iran di Kuwait.
Serangan tersebut menargetkan pusat komando utama militer AS di Port Shuaiba, kawasan industri strategis di selatan Kuwait.
Pasukan penjaga perdamaian PBB terluka
Serangan juga terjadi di Lebanon selatan setelah sebuah pangkalan pasukan penjaga perdamaian PBB menjadi sasaran serangan. Media pemerintah Lebanon melaporkan beberapa anggota pasukan penjaga perdamaian asal Ghana mengalami luka-luka.
Militer Israel dilaporkan meningkatkan operasi di wilayah tersebut sebagai bagian dari upaya menghadapi milisi Hizbullah yang didukung Iran.
Trump tuntut Iran menyerah tanpa syarat
Dalam pernyataan terbaru, Donald Trump menegaskan Iran harus melakukan “penyerahan tanpa syarat” sebagai satu-satunya jalan untuk menghentikan konflik.
Ia juga menyatakan Amerika Serikat bersedia membantu membangun kembali ekonomi Iran apabila pemerintah Teheran menyetujui tuntutan tersebut.
Pernyataan tersebut dinilai sebagai perluasan tujuan perang Amerika Serikat yang sebelumnya hanya difokuskan pada program rudal dan kekuatan angkatan laut Iran.
PBB peringatkan risiko perang meluas
Sekretaris Jenderal António Guterres mengecam berbagai serangan yang terjadi di kawasan Timur Tengah.
Ia menilai eskalasi konflik berpotensi lepas kendali dan dapat menimbulkan penderitaan besar bagi masyarakat sipil. Selain itu, perang tersebut juga dinilai dapat mengancam stabilitas ekonomi global.
Aktivitas kapal di Selat Hormuz menurun drastis
Dampak konflik juga terlihat pada jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz yang mengalami penurunan aktivitas drastis.
Data MarineTraffic yang dianalisis AFP menunjukkan hanya sembilan kapal komersial yang melintas sejak awal pekan. Padahal sekitar 20 persen minyak mentah dunia dan hampir 20 persen gas alam cair biasanya melewati jalur strategis tersebut.
Konflik yang sedang berlangsung membuat jalur energi global tersebut hampir tertutup bagi lalu lintas kapal.
Perancis kirim kapal militer
Di tengah meningkatnya ketegangan, militer Perancis mengerahkan kapal induk helikopter ke kawasan Mediterania.
Kapal tersebut dikirim bersama sebuah fregat sebagai langkah antisipasi terhadap eskalasi konflik yang semakin meluas di Timur Tengah.
Korban dan pengungsi di Lebanon meningkat
Situasi kemanusiaan di Lebanon juga semakin memburuk setelah serangan udara Israel menghantam wilayah pinggiran selatan Beirut.
Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan jumlah korban tewas meningkat menjadi 217 orang. Sementara itu, Dewan Pengungsi Norwegia menyebut sekitar 300.000 warga terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat pertempuran yang terus berlangsung.
Ledakan di dekat Bandara Erbil
Di wilayah Kurdistan Irak, ledakan juga terdengar di dekat Bandara Erbil yang menjadi lokasi pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat.
Ledakan tersebut memaksa ladang minyak yang dikelola perusahaan AS, HKN Energy, menghentikan sementara kegiatan produksinya.
Iran klaim serang pangkalan AS
Militer Iran mengklaim telah melancarkan serangan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait dan berjanji akan melanjutkan serangan berikutnya.
Ledakan dilaporkan terdengar di ibu kota Kuwait ketika otoritas setempat menyatakan sedang menghadapi serangan rudal dan drone.
Kementerian Pertahanan Kuwait sebelumnya melaporkan sedikitnya 67 personel militer mengalami luka-luka akibat konflik yang terus meningkat.
PBB minta penyelidikan serangan sekolah di Iran
Di tengah meningkatnya korban sipil, Kepala Hak Asasi Manusia PBB, Volker Türk, mendesak dilakukan penyelidikan atas serangan mematikan di sebuah sekolah dasar di Iran.
Investigasi yang dilakukan oleh The New York Times menyimpulkan serangan tersebut kemungkinan besar dilakukan oleh Amerika Serikat.
Serangan yang terjadi pada 28 Februari di kota Minab, Iran selatan, dilaporkan menewaskan sedikitnya 150 orang. Hingga kini baik Amerika Serikat maupun Israel belum mengakui bertanggung jawab atas insiden tersebut.
