Notification

×

Iklan

Iklan

PM Spanyol Tantang Trump: “Kita Tolak Jadi Kaki Tangan Perang Iran!”

Maret 05, 2026 Last Updated 2026-03-04T22:34:18Z


MADRID — Hubungan antara Pedro Sánchez dan Presiden Donald Trump memanas tajam setelah Spanyol secara terbuka menolak permintaan Amerika Serikat untuk menggunakan pangkalan militer negaranya dalam operasi militer terhadap Iran. Keputusan berani ini menimbulkan reaksi keras dari Washington dan dukungan dari beberapa negara Eropa lainnya.


Dalam pidato resmi yang disiarkan nasional, Sánchez menegaskan bahwa Madrid tidak akan ikut dalam aksi militer yang menurutnya akan memperburuk stabilitas global. Ia menegaskan sikap Spanyol yang tegas berdasarkan prinsip hukum internasional, bukan sekadar mengikuti tekanan dari sekutu.


“Posisi pemerintah Spanyol dapat diringkas dalam empat kata: tidak pada perang (No to war),” ujar Sánchez tegas dalam pidato tersebut.


Sikap Tegas Spanyol Meski Dihadang Ancaman Trump


Penolakan Spanyol terhadap penggunaan pangkalan militer seperti Rota dan Morón menarik perhatian global karena terjadi di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah. Langkah ini diambil meskipun Trump telah mengancam akan memutus seluruh hubungan perdagangan dengan Madrid sebagai buntut dari penolakan tersebut.


Sánchez tidak gentar oleh ancaman tersebut. Ia menegaskan bahwa negaranya tidak akan tunduk pada tekanan ekonomi demi mendukung kebijakan yang dinilai merugikan dunia dan bertentangan dengan nilai-nilai solidaritas internasional.


Menolak Intimidasi, Tegaskan Kepatuhan pada Hukum Internasional


Pemerintah Spanyol menolak klaim dari pihak Amerika Serikat bahwa Madrid telah berubah sikap soal kerja sama militer. Kementerian Luar Negeri Spanyol secara tegas menyatakan bahwa negaranya belum memberikan izin untuk setiap operasi yang tidak sesuai dengan hukum internasional atau Piagam PBB.


Sánchez juga menyindir bahwa solusi militer bukanlah jawaban terhadap krisis geopolitik, dan menekankan bahwa konflik hanya akan memperpanjang ketidakpastian ekonomi, keamanan, serta meningkatkan risiko bagi jutaan orang di seluruh dunia.


Dukungan Internasional dan Dampak Diplomatik


Sikap keras Spanyol mendapat dukungan dari beberapa pemimpin Eropa, termasuk Emmanuel Macron, yang menawarkan bantuan dalam menghadapi ancaman sanksi ekonomi AS. Hal ini mencerminkan meningkatnya solidaritas Uni Eropa terhadap posisi Madrid di tengah tekanan transatlantik.


Ketegangan terbaru ini juga menambah daftar perselisihan antara Spanyol dan AS, termasuk masalah kesepakatan NATO terkait pengeluaran pertahanan serta perbedaan pandangan atas konflik lain seperti perang di Gaza.


Kesimpulan:

Posisi Spanyol yang menolak ikut membantu serangan militer AS ke Iran menunjukkan pergeseran diplomatik besar di Eropa. Meski menghadapi ancaman dari pemerintahan Trump, Madrid tetap mempertahankan prinsip kedaulatan hukum internasional dan memprioritaskan solusi damai dalam konflik global.