Notification

×

Iklan

Iklan

Prabowo Kaget! Anak Usaha BUMN Tak Boleh Diaudit, “Aturan Dari Mana Ini?”

Maret 11, 2026 Last Updated 2026-03-11T13:01:01Z

 

Presiden Prabowo Subianto mempertanyakan keberadaan aturan yang disebut tidak memperbolehkan audit terhadap anak perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ia menilai aturan tersebut janggal karena perusahaan induk milik negara justru diwajibkan menjalani proses audit.


Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan pengarahan dalam acara peringatan satu tahun berdirinya Danantara Indonesia di Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2026).


“Kalau BUMN boleh diaudit oleh negara, katanya kalau cucu perusahaan tidak boleh diaudit. Peraturan dari mana ini?” ujar Prabowo.


Dikhawatirkan Jadi Celah Penyimpangan


Menurut Prabowo, aturan seperti itu berpotensi membuka celah terjadinya penyimpangan dalam pengelolaan perusahaan negara. Hal ini semakin menjadi perhatian karena banyak BUMN memiliki jaringan anak usaha yang sangat besar.


Ia mencontohkan Pertamina, yang menurutnya memiliki jumlah anak perusahaan hingga ratusan.


Prabowo mengaku cukup terkejut ketika mengetahui bahwa perusahaan energi milik negara tersebut memiliki sekitar 200 anak dan cucu perusahaan.


“Negara dulu mendirikan perusahaan negara dengan niat baik. Tapi kemudian muncul anak perusahaan, cucu perusahaan, bahkan cicit perusahaan,” katanya.


Danantara Disebut Perbaiki Tata Kelola BUMN


Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menyampaikan bahwa pembentukan Badan Pengelola Investasi Danantara menjadi langkah penting untuk memperbaiki tata kelola perusahaan milik negara.


Danantara berfungsi sebagai lembaga pengelola investasi negara yang memiliki peran mirip dengan Sovereign Wealth Fund (SWF) di berbagai negara.


Menurut Prabowo, sejak didirikan sekitar satu tahun lalu, kinerja pengelolaan aset melalui Danantara menunjukkan peningkatan signifikan.


Ia menyebut tingkat pengembalian aset atau Return on Assets (RoA) bahkan mengalami peningkatan hingga lebih dari 300 persen.


Target Kinerja Masih Harus Ditingkatkan


Meski mengalami peningkatan, Prabowo menilai capaian RoA saat ini yang berada di kisaran 5 persen masih belum ideal.


Menurutnya, perusahaan yang sehat umumnya memiliki RoA minimal 10 persen, bahkan bisa mencapai 12 hingga 15 persen untuk perusahaan dengan kinerja sangat baik.


Karena itu, pemerintah menargetkan peningkatan kinerja Danantara agar mampu mencapai standar tersebut dalam beberapa tahun ke depan.


“Kita harus memiliki target yang bagus yaitu 10 persen. Tapi kita mengerti bahwa pada tahun-tahun awal mungkin belum bisa langsung tercapai,” kata Prabowo.