Notification

×

Iklan

Iklan

Riset BRIN Bongkar Dampak MBG, PDB Bisa Naik Rp26 T dan 183 Ribu Lapangan Kerja Tercipta!

Maret 05, 2026 Last Updated 2026-03-05T05:26:54Z



Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut memiliki efek berganda terhadap perekonomian nasional. Badan Riset dan Inovasi Nasional atau Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan, hasil simulasi riset menunjukkan program tersebut berpotensi meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia hingga Rp26 triliun.


Ketua Tim Peneliti Program MBG BRIN, Iwan Hermawan, menjelaskan bahwa dampak ekonomi dari program ini tidak hanya bersifat sosial, tetapi juga terukur secara makroekonomi.


“Program MBG memberikan dampak makroekonomi yang positif dan terukur. Simulasi menunjukkan peningkatan PDB sebesar Rp14,5 triliun hingga Rp26 triliun,” ujarnya dalam Seminar Hasil Riset Program MBG di Jakarta, Rabu (4/3/2026).


Dorong Konsumsi dan Investasi Nasional


Menurut hasil penelitian, kenaikan PDB terutama dipicu oleh peningkatan konsumsi masyarakat. MBG yang menyasar kebutuhan pangan harian otomatis mendorong permintaan agregat—komponen terbesar dalam struktur PDB Indonesia.


Selain itu, simulasi menunjukkan adanya kenaikan konsumsi agregat hingga 0,19 persen dan investasi hingga 0,24 persen. Menariknya, peningkatan aktivitas ekonomi ini dinilai tetap menjaga tekanan inflasi dalam batas yang relatif terkendali.


Iwan menambahkan bahwa lonjakan permintaan bahan baku pangan memang memicu kenaikan harga di sejumlah daerah. Namun, tingkat inflasi hasil simulasi masih berada di bawah 5 persen, sehingga dinilai masih dalam ambang toleransi.


Sektor Pangan hingga Industri Ikut Terdongkrak


Riset yang melibatkan sekitar 855 responden itu juga mencatat peningkatan produksi di sektor pangan dan pertanian. Komoditas seperti beras, olahan daging, susu, sayuran, buah-buahan, hingga hasil peternakan mengalami kenaikan permintaan.


Dampaknya merembet ke sektor industri pengolahan, termasuk produksi tepung, roti, biskuit, produk olahan ikan, serta berbagai makanan siap saji lainnya. Bahkan industri pendukung seperti plastik kemasan dan peralatan dapur turut merasakan peningkatan aktivitas produksi.


Efek berantai ini memperlihatkan bahwa MBG tidak hanya berdampak pada sektor konsumsi, tetapi juga memperkuat rantai pasok nasional dari hulu hingga hilir.


Serap 183 Ribu Tenaga Kerja


Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, program MBG juga berpotensi meningkatkan penyerapan tenaga kerja. Berdasarkan simulasi BRIN, tambahan tenaga kerja bisa mencapai sekitar 0,9 persen atau setara dengan 183 ribu orang di berbagai sektor.


Peluang kerja tersebut tersebar di sektor pertanian, distribusi, perdagangan, hingga industri pengolahan makanan.


Tak hanya itu, penelitian juga menemukan adanya peningkatan kesejahteraan rumah tangga, baik di wilayah perdesaan maupun perkotaan. Dampak paling signifikan dirasakan oleh rumah tangga di desa, terutama yang bergerak di sektor distribusi dan perdagangan bahan pangan.


MBG Jadi Motor Ekonomi Baru?


Dengan potensi kenaikan PDB hingga Rp26 triliun serta penciptaan ratusan ribu lapangan kerja, Program Makan Bergizi Gratis dinilai bukan sekadar program sosial, melainkan juga instrumen stimulus ekonomi.


Ke depan, efektivitas implementasi di lapangan serta pengendalian inflasi akan menjadi faktor kunci agar manfaat ekonomi program ini benar-benar optimal dan berkelanjutan bagi perekonomian Indonesia.