Notification

×

Iklan

Iklan

Roy Suryo Tegas: Tak Akan Minta Restorative Justice di Polemik Ijazah Jokowi

Maret 14, 2026 Last Updated 2026-03-14T13:39:30Z


Polemik mengenai ijazah mantan Presiden Joko Widodo kembali mencuat setelah pakar telematika Roy Suryo menyatakan sikap tegasnya. Ia memastikan hampir pasti tidak akan mengajukan restorative justice (RJ) terkait perkara tersebut, berbeda dengan langkah yang disebut dilakukan oleh Rismon Sianipar.


Roy Suryo menyebut peluang dirinya meminta RJ sangat kecil. Ia menegaskan sikapnya tetap konsisten untuk mempertanyakan keaslian ijazah Jokowi melalui jalur yang dianggapnya tepat.


“Apakah mungkin saya mengajukan RJ atau tidak, insyaallah 99,9 persen saya tidak akan meminta RJ. Itu sudah jelas,” ujar Roy Suryo pada Jumat, 13 Maret 2026.


Dalam kesempatan itu, Roy mengaku telah berkomunikasi dengan dr. Tifa dan keduanya sepakat untuk tetap menyuarakan pandangan mereka terkait polemik ijazah tersebut. Kesepakatan itu kemudian disampaikan kepada publik melalui konferensi pers.


Roy juga menyinggung keterlibatannya dalam sidang di Solo, di mana ia hadir sebagai ahli dalam perkara yang melibatkan Rismon Sianipar. Menurutnya, dalam sidang tersebut Rismon tetap menyampaikan pernyataan yang sama seperti yang pernah diungkapkan sebelumnya.


Ia menilai perubahan sikap seorang peneliti secara drastis bukanlah hal yang mudah terjadi tanpa adanya penjelasan atau catatan akademik yang jelas. Karena itu, Roy berpendapat bahwa langkah Rismon tidak serta-merta menggugurkan hasil penelitian yang pernah mereka sampaikan sebelumnya.


Meski demikian, Roy mengaku tetap mendoakan agar Rismon mendapatkan kebaikan di tengah polemik yang terjadi. Ia berharap semua pihak dapat memperoleh kejelasan dalam persoalan ini.


Roy juga menyinggung kabar mengenai syarat yang harus dipenuhi Rismon untuk memperoleh restorative justice. Berdasarkan informasi yang ia dengar, proses tersebut tidak mudah karena ada sejumlah ketentuan yang harus dipenuhi, termasuk pencabutan pernyataan sebelumnya serta kemungkinan menerbitkan buku baru.


Menurut Roy, persyaratan tersebut menunjukkan bahwa pengajuan RJ tidak serta-merta langsung diterima. Oleh karena itu, ia memilih tetap pada sikapnya untuk tidak menempuh jalur tersebut dalam polemik ijazah Jokowi yang hingga kini masih menjadi perbincangan publik.