Kemacetan panjang di jalan tol saat arus balik Lebaran kerap terjadi setiap tahun. Banyak yang mengira penyebab utamanya adalah lonjakan jumlah kendaraan, namun fakta di lapangan menunjukkan ada faktor lain yang tak kalah krusial.
PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengungkapkan bahwa salah satu biang kerok utama kemacetan justru berasal dari hal yang sering dianggap sepele oleh pengendara, yakni saldo uang elektronik atau e-toll yang tidak mencukupi.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menjelaskan bahwa kondisi ini berdampak langsung pada antrean panjang di gerbang tol. Ketika banyak pengendara harus melakukan isi ulang saldo di lokasi, proses transaksi yang seharusnya cepat menjadi terhambat.
Aktivitas top up di gerbang tol menyebabkan waktu pelayanan kendaraan meningkat. Dalam situasi arus padat seperti Lebaran, keterlambatan kecil ini bisa memicu antrean panjang yang sulit dihindari.
Masalah ini diprediksi akan kembali terjadi saat arus balik, terutama di titik-titik krusial seperti Gerbang Tol Cikampek Utama. Lokasi tersebut merupakan pertemuan arus kendaraan dari Tol Trans Jawa menuju Jakarta, sehingga sangat rawan terjadi penumpukan.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Jasa Marga mengimbau pengguna jalan agar lebih mempersiapkan perjalanan dengan baik, khususnya memastikan saldo e-toll sudah cukup sebelum memasuki jalan tol.
Bagi pengguna kendaraan golongan I yang melakukan perjalanan jauh, disarankan menyiapkan saldo minimal sekitar Rp500.000 untuk rute Semarang–Jakarta. Sementara itu, perjalanan dari Surabaya menuju Jakarta dianjurkan memiliki saldo hingga Rp1.000.000.
Selain itu, penting untuk memahami sistem transaksi tertutup yang berlaku di Tol Trans Jawa. Dalam sistem ini, kartu yang digunakan saat masuk harus sama saat keluar. Artinya, pengendara tidak bisa mengganti kartu lain jika saldo habis di tengah perjalanan.
Jasa Marga juga menegaskan bahwa gangguan kecil di gerbang tol bisa berdampak besar terhadap kelancaran lalu lintas. Oleh karena itu, pengguna jalan diminta untuk mematuhi rambu serta mengikuti arahan petugas demi menjaga arus tetap lancar selama periode arus balik Lebaran.
