Notification

×

Iklan

Iklan

Siap-Siap! Arus Balik Gelombang Kedua Diprediksi Memuncak, Polisi Siapkan Skema Darurat

Maret 26, 2026 Last Updated 2026-03-26T07:41:15Z


Mengantisipasi lonjakan kendaraan pada arus balik Lebaran 2026 gelombang kedua, Korlantas Polri telah menyiapkan sejumlah strategi rekayasa lalu lintas. Dua skema utama yang akan diterapkan adalah sistem one way dan contraflow guna mengurai kepadatan di jalur utama, khususnya menuju Jakarta.


Kepala Korlantas Polri, Agus Suryonugroho, mengungkapkan bahwa puncak arus balik gelombang kedua diperkirakan terjadi pada Minggu, 29 Maret 2026. Meski Operasi Ketupat telah berakhir, pihak kepolisian tetap siaga memantau pergerakan kendaraan.


Menurutnya, masih ada ratusan ribu pemudik yang belum kembali ke ibu kota. Hal ini membuat potensi lonjakan arus kendaraan masih cukup tinggi dalam beberapa hari ke depan.


Skema One Way dan Contraflow Disiapkan



Agus menjelaskan, sistem one way bisa diterapkan dalam dua skala, yaitu nasional maupun lokal (sepenggal ruas tol). Keduanya memiliki tujuan yang sama, yakni mengurangi kepadatan kendaraan di jalur arus balik.


Penerapan skema ini bersifat fleksibel dan bergantung pada kondisi di lapangan. Jika terjadi lonjakan signifikan, one way nasional bisa kembali diberlakukan seperti pada puncak arus sebelumnya.


Selain itu, skema contraflow juga menjadi opsi awal sebelum penerapan one way penuh. Strategi ini memungkinkan penggunaan sebagian jalur dari arah berlawanan untuk memperlancar arus kendaraan menuju Jakarta.


Berdasarkan Parameter Volume Kendaraan


Keputusan penerapan rekayasa lalu lintas tidak dilakukan secara sembarangan. Korlantas menggunakan parameter jumlah kendaraan di titik-titik krusial, seperti Gerbang Tol Kalikangkung.


Jika volume kendaraan mendekati angka 4.000 unit, maka skema one way berpotensi diberlakukan. Namun, jika jumlah kendaraan masih di bawah kisaran 2.500 hingga 3.800 unit, maka skema contraflow dinilai masih cukup efektif untuk mengatasi kepadatan.


Langkah ini diambil agar rekayasa lalu lintas tetap proporsional dan tidak mengganggu arus kendaraan dari arah sebaliknya.


Imbauan untuk Pemudik


Korlantas mengimbau masyarakat untuk tetap memantau informasi lalu lintas terkini sebelum melakukan perjalanan arus balik. Pemudik juga disarankan memilih waktu perjalanan yang tidak bersamaan guna menghindari penumpukan kendaraan.


Dengan berbagai skenario yang telah disiapkan, diharapkan arus balik Lebaran 2026 gelombang kedua dapat berjalan lebih lancar dan aman, meski volume kendaraan diprediksi masih tinggi.