Kanker payudara menjadi salah satu jenis kanker yang paling sering dialami perempuan di seluruh dunia. Menurut American Cancer Society, sekitar 1 dari 8 perempuan berisiko mengalami kanker payudara sepanjang hidupnya.
Banyak orang mengira tanda utama kanker payudara selalu berupa benjolan di payudara. Namun, para dokter menegaskan bahwa gejala penyakit ini tidak selalu dimulai dengan benjolan yang bisa diraba.
Dokter onkologi Hatem Soliman menjelaskan bahwa sebagian besar kasus kanker payudara justru dapat muncul dengan gejala lain yang jarang diketahui masyarakat.
“Sebagian besar kanker payudara tidak dimulai dengan benjolan yang bisa diraba,” ujar Soliman.
Karena itu, penting bagi perempuan untuk mengenali berbagai perubahan pada tubuh yang bisa menjadi tanda awal penyakit ini. Berikut beberapa tanda kanker payudara yang tidak biasa tetapi perlu diwaspadai.
1. Ruam atau Kulit Mengelupas di Sekitar Puting
Salah satu tanda yang sering diabaikan adalah munculnya ruam atau kulit yang mengelupas di area puting. Kondisi ini sering disangka sebagai iritasi kulit biasa atau eksim.
Padahal, gejala tersebut bisa berkaitan dengan penyakit Paget pada payudara, yaitu jenis kanker yang menyerang kulit di sekitar puting. Ruam biasanya tampak kemerahan, bersisik, terasa gatal, atau bahkan seperti terbakar.
Jika kondisi ini tidak membaik setelah perawatan biasa, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.
2. Peradangan dan Pembengkakan Payudara Mendadak
Perubahan lain yang perlu diwaspadai adalah payudara yang tiba-tiba membengkak, memerah, dan terasa hangat.
Gejala ini sering dianggap sebagai infeksi payudara, terutama pada perempuan yang sedang menyusui. Namun dalam beberapa kasus, kondisi tersebut dapat menjadi tanda kanker payudara inflamasi, yang dikenal berkembang cukup agresif.
Jika pembengkakan tidak membaik dalam beberapa hari, pemeriksaan medis sangat dianjurkan.
3. Kulit Payudara Tampak Seperti Kulit Jeruk
Perubahan tekstur kulit payudara juga bisa menjadi tanda kanker. Dalam dunia medis, kondisi ini disebut peau d’orange, yaitu kulit yang tampak menebal dan berpori seperti kulit jeruk.
Perubahan tersebut terjadi ketika saluran limfatik tersumbat oleh sel kanker, sehingga menyebabkan pembengkakan pada jaringan kulit.
Jika kulit payudara tampak berbeda dari biasanya, sebaiknya segera memeriksakan diri.
4. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening di Ketiak
Pembengkakan kelenjar getah bening di area ketiak juga bisa menjadi tanda awal kanker payudara, bahkan sebelum muncul benjolan di payudara.
Biasanya pembengkakan terasa seperti benjolan kecil di ketiak dan kadang menimbulkan rasa tidak nyaman. Karena letaknya tidak langsung di payudara, banyak orang tidak menyadari bahwa gejala ini dapat berkaitan dengan kanker.
5. Puting atau Kulit Payudara Tertarik ke Dalam
Perubahan pada puting juga bisa menjadi tanda kanker payudara. Puting yang sebelumnya normal bisa terlihat tertarik ke dalam atau berubah arah.
Kulit di sekitar payudara juga dapat tampak berlekuk atau tertarik. Kondisi ini biasanya terjadi akibat perubahan jaringan di dalam payudara karena pertumbuhan sel abnormal.
6. Payudara Terasa Berat di Luar Siklus Menstruasi
Sebagian perempuan mengalami pembengkakan payudara menjelang menstruasi. Namun jika payudara terasa berat atau membengkak di luar siklus tersebut, kondisi ini patut diwaspadai.
Rasa berat yang berlangsung terus-menerus dapat menandakan adanya perubahan pada jaringan payudara dan sering disertai sensasi tekanan atau ketidaknyamanan.
7. Keluarnya Cairan Berdarah dari Puting
Gejala lain yang perlu diperhatikan adalah keluarnya cairan dari puting, terutama jika bercampur darah.
Kondisi ini bisa terjadi tanpa adanya tekanan pada payudara dan muncul secara berulang. Meski tidak selalu berarti kanker, gejala ini tetap membutuhkan pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebabnya.
Pentingnya Deteksi Dini Kanker Payudara
Menurut dokter onkologi Jack Jacoub, perempuan sebaiknya tidak menunda pemeriksaan jika mengalami gejala yang mencurigakan.
“Segera hubungi dokter kandungan atau dokter umum untuk melakukan pemeriksaan, mammogram, dan USG,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa deteksi dini sangat penting dalam pengobatan kanker payudara.
“Semakin cepat kanker ditemukan, semakin besar kemungkinan penyakit tersebut dapat disembuhkan,” kata Jacoub.
Karena itu, perempuan dianjurkan menjalani skrining rutin seperti mammogram mulai usia 40 tahun, sesuai rekomendasi medis. Pemeriksaan rutin dapat membantu menemukan kanker pada tahap awal sehingga peluang pengobatan yang berhasil menjadi lebih besar.
