Notification

×

Iklan

Iklan

Tanpa Disadari Sering Dimakan, 5 Makanan Ini Disebut Bisa Picu Risiko Kanker

Maret 09, 2026 Last Updated 2026-03-09T03:13:50Z


Kabar meninggalnya penyanyi Vidi Aldiano pada usia 35 tahun kembali mengingatkan masyarakat akan bahaya kanker, penyakit yang menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di dunia.


Kanker terjadi ketika sel-sel tubuh tumbuh secara tidak normal dan tidak terkendali. Penyebabnya sangat beragam, mulai dari faktor genetik, lingkungan, hingga pola hidup dan makanan yang dikonsumsi setiap hari.


Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa makanan yang diproses dengan suhu sangat tinggi berpotensi menghasilkan zat kimia bernama akrilamida. Menurut U.S. Food and Drug Administration, senyawa ini dapat terbentuk ketika makanan kaya pati dimasak di atas suhu sekitar 120°C, seperti melalui penggorengan atau pemanggangan.


Akrilamida diklasifikasikan sebagai karsinogen potensial, sehingga banyak ahli kesehatan menyarankan agar konsumsi makanan yang mengandung zat tersebut dibatasi.


Berikut beberapa makanan yang diketahui dapat menghasilkan akrilamida dan sering dikonsumsi masyarakat.


1. Gorengan


Makanan yang digoreng seperti kentang goreng, keripik kentang, dan berbagai gorengan menjadi salah satu sumber akrilamida tertinggi.


Zat ini terbentuk ketika gula alami dalam kentang bereaksi dengan asam amino pada suhu tinggi saat proses penggorengan. Semakin lama proses memasak dan semakin gelap warna makanan, maka kadar akrilamida cenderung meningkat.


Penelitian keamanan pangan menunjukkan kadar akrilamida pada keripik kentang dapat mencapai 300 hingga lebih dari 2000 µg/kg, sementara pada kentang goreng berkisar 200–700 µg/kg.


2. Camilan Kemasan dan Biskuit


Ciki, biskuit, dan kue kering kemasan biasanya dipanggang pada suhu tinggi selama proses produksi.


Selain berpotensi mengandung akrilamida, produk ini juga sering mengandung gula rafinasi dan bahan pengawet. Penelitian menemukan kadar akrilamida dalam biskuit dapat berkisar 160 hingga 1000 µg/kg, tergantung bahan serta metode pemanggangan.


Untuk alternatif yang lebih sehat, camilan buatan sendiri dengan tepung gandum utuh dan kadar gula lebih rendah bisa menjadi pilihan.


3. Roti Panggang Terlalu Kecokelatan


Roti panggang yang terlalu gelap atau hampir gosong juga dapat menghasilkan akrilamida.


Warna cokelat tua pada roti menunjukkan proses pemanggangan pada suhu tinggi yang memicu terbentuknya senyawa tersebut. Penelitian menunjukkan kadar akrilamida pada roti panggang bisa berkisar 50 hingga 500 µg/kg.


Karena itu, disarankan memanggang roti hingga warna keemasan ringan, bukan terlalu gelap.


4. Kopi


Senyawa akrilamida juga dapat terbentuk selama proses pemanggangan biji kopi.


Kopi dengan tingkat sangrai ringan hingga sedang biasanya memiliki kadar akrilamida lebih rendah dibandingkan sangrai gelap. Data penelitian menunjukkan kopi seduh dapat mengandung sekitar 5–20 µg/L, sementara kopi instan bubuk berkisar 100–400 µg/kg.


Namun, para ahli menegaskan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah wajar umumnya masih dianggap aman.


5. Sereal Sarapan Kemasan


Produk sereal seperti corn flakes atau wheat crisp biasanya dipanggang atau disangrai pada suhu tinggi selama proses produksi.


Proses tersebut dapat menghasilkan akrilamida, terutama pada produk yang kaya gula dan berwarna kecokelatan. Penelitian menemukan kadar akrilamida pada sereal berkisar 150 hingga 1200 µg/kg, tergantung pada merek dan metode pengolahan.


Sebagai alternatif, makanan berbasis biji-bijian alami seperti oat dapat menjadi pilihan yang lebih sehat.


Pentingnya Pola Makan Seimbang


Para ahli kesehatan menekankan bahwa risiko kanker tidak hanya ditentukan oleh satu jenis makanan saja, melainkan oleh pola makan dan gaya hidup secara keseluruhan.


Mengurangi makanan yang terlalu sering digoreng atau diproses dengan suhu tinggi, serta memperbanyak konsumsi sayur, buah, dan makanan alami dapat membantu menjaga kesehatan tubuh dalam jangka panjang.