Notification

×

Iklan

Iklan

Teluk Membara! Ledakan Susulan Guncang Dubai, Doha, dan Manama Usai Serangan Iran

Maret 01, 2026 Last Updated 2026-03-01T11:42:33Z


Ledakan kembali mengguncang sejumlah kota di kawasan Teluk pada Minggu (1/3/2026) pagi waktu setempat. Dentuman terdengar di Dubai, Doha, hingga Manama, sehari setelah Iran melancarkan serangan balasan atas operasi militer Amerika Serikat dan Israel.


Wartawan AFP melaporkan suara ledakan terdengar jelas di Dubai serta ibu kota Bahrain, Manama. Asap hitam pekat terlihat mengepul di cakrawala selatan kota saat pagi yang cerah berubah mencekam.


Situasi ini menandai eskalasi terbaru konflik yang kian meluas di Timur Tengah.


Serangan Sehari Sebelumnya Picu Kekacauan


Sehari sebelumnya, Iran menargetkan berbagai lokasi di Teluk Arab, termasuk ibu kota Uni Emirat Arab, Abu Dhabi. Serangan juga menyasar infrastruktur sipil dan pangkalan militer di sejumlah negara sekutu AS, kecuali Oman yang disebut berperan sebagai mediator.


Menurut Kementerian Pertahanan UEA, Iran menembakkan 137 rudal dan 209 drone ke wilayah mereka pada Sabtu (28/2). Api dan asap dilaporkan terlihat di sekitar ikon kota seperti Burj Al Arab dan kawasan The Palm.


Di Bandara Abu Dhabi, setidaknya satu orang dilaporkan tewas dan tujuh lainnya luka-luka. Bandara Dubai—yang dikenal sebagai bandara tersibuk di dunia untuk lalu lintas internasional—juga terdampak gangguan, begitu pula bandara di Kuwait.


Doha dan Manama Tak Luput dari Serangan


Di Qatar, pejabat setempat menyebut Iran meluncurkan 65 rudal dan 12 drone. Sebagian besar berhasil dicegat, namun delapan orang mengalami luka-luka dan satu di antaranya dalam kondisi kritis.


Serangan juga menargetkan Al Udeid Air Base, pangkalan militer AS terbesar di kawasan. Asap dilaporkan terlihat dari sejumlah instalasi militer.


Sementara itu di Bahrain, drone dan serpihan proyektil dilaporkan menghantam bangunan hunian di Manama. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan api dan asap membubung dari gedung-gedung tinggi.


Pangkalan AS dan Sekutu Jadi Sasaran


Kerajaan-kerajaan Arab kaya minyak dan gas di Teluk selama ini dikenal sebagai sekutu utama Washington dan menjadi tuan rumah sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat.


Pada gelombang serangan awal, pangkalan AS di Abu Dhabi dan markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Manama dilaporkan menjadi sasaran. Selain itu, wilayah Riyadh dan bagian timur Arab Saudi juga disebut terdampak.


Eskalasi ini meningkatkan kekhawatiran akan konflik regional yang lebih luas, sekaligus mengguncang stabilitas kawasan yang selama ini dipandang relatif aman dibanding titik panas lainnya di Timur Tengah.


Ancaman Konflik Lebih Besar


Serangan bertubi-tubi dan balasan yang terus berlangsung membuat wilayah Teluk berada dalam status siaga tinggi. Sejumlah negara menutup sementara wilayah udara mereka demi keamanan penerbangan sipil.


Dengan pangkalan militer AS dan infrastruktur vital menjadi target, risiko konflik terbuka berskala besar kian meningkat. Dunia kini memantau ketat perkembangan terbaru, mengingat dampaknya bukan hanya pada keamanan regional, tetapi juga pada stabilitas ekonomi dan jalur energi global.