Notification

×

Iklan

Iklan

Tragis! Dua Bocah Hanyut Saat Banjir di Bandar Lampung Ditemukan Tak Bernyawa

Maret 08, 2026 Last Updated 2026-03-07T23:19:58Z


Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Bandar Lampung, Lampung, pada Jumat (6/3/2026) membawa duka mendalam. Dua bocah yang sebelumnya dilaporkan hanyut akibat derasnya arus sungai akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dilakukan pencarian oleh tim SAR gabungan.


Kepala Kantor SAR Lampung, Deden Ridwansyah, menjelaskan bahwa kedua korban hanyut setelah hujan deras mengguyur wilayah Bandar Lampung dan menyebabkan debit air sungai meningkat hingga memicu banjir di beberapa kawasan permukiman warga.


Menurutnya, tim SAR menerima laporan kejadian pada Jumat malam dan segera melakukan operasi pencarian di lokasi. Proses pencarian melibatkan berbagai unsur SAR gabungan yang menyisir area sungai dan wilayah sekitar lokasi kejadian.


“Tim SAR gabungan melakukan pencarian sejak laporan diterima pada Jumat malam. Kedua korban akhirnya ditemukan pada hari kedua pencarian dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Deden dalam keterangannya, Sabtu (7/3/2026).


Korban pertama berinisial S (10), warga Jalan Abdul Hamid, Kecamatan Rajabasa. Ia dilaporkan hanyut sekitar pukul 14.00 WIB setelah hujan deras menyebabkan sungai meluap dan menggenangi permukiman warga.


Informasi kejadian tersebut diterima Basarnas Lampung dari Camat Rajabasa sekitar pukul 18.30 WIB. Setelah menerima laporan, tim SAR langsung menuju lokasi dan melakukan pencarian bersama unsur terkait dengan menyisir aliran sungai di sekitar titik kejadian.


Memasuki hari kedua operasi, area pencarian diperluas hingga sekitar empat kilometer ke arah hilir. Tim SAR juga menggunakan drone thermal untuk membantu pemantauan dari udara guna mempercepat proses pencarian korban.


Korban S akhirnya ditemukan pada Sabtu sekitar pukul 08.15 WIB, berjarak sekitar 800 meter dari lokasi awal kejadian.


Sementara itu, korban kedua berinisial DC (9), warga Kelurahan Campang Raya, Kecamatan Sukabumi. Ia dilaporkan hanyut pada Jumat sekitar pukul 18.30 WIB saat bermain di pinggir sungai bersama teman-temannya untuk mencari ikan.


Diduga korban terpeleset dan terjatuh ke aliran sungai yang saat itu sedang deras akibat hujan, sehingga terseret arus. Tim SAR gabungan kemudian melakukan penyisiran hingga malam hari, namun korban belum berhasil ditemukan.


Pencarian dilanjutkan pada Sabtu pagi dengan memperluas area penyisiran ke arah hilir sungai. Sekitar pukul 11.00 WIB, korban akhirnya ditemukan sejauh kurang lebih empat kilometer dari lokasi awal dalam kondisi meninggal dunia.


Setelah kedua korban berhasil ditemukan, operasi SAR resmi dihentikan dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.


Deden juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada, terutama saat hujan deras yang dapat menyebabkan peningkatan debit air sungai dan memicu banjir. Warga diminta untuk mengawasi anak-anak agar tidak bermain di sekitar sungai ketika kondisi cuaca sedang buruk.