Notification

×

Iklan

Iklan

Terungkap! Kendaraan Pribadi dan Truk Jadi Biang Polusi Terbesar di Indonesia

April 10, 2026 Last Updated 2026-04-10T08:04:19Z


Sektor transportasi darat masih menjadi penyumbang terbesar emisi gas rumah kaca (GRK) di Indonesia. Tingginya penggunaan kendaraan pribadi berbahan bakar fosil serta dominasi truk diesel di sektor logistik disebut sebagai faktor utama yang memperburuk tingkat polusi nasional.


Deputi Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Meinarti Fauzie, mengungkapkan bahwa hampir seluruh emisi dari sektor transportasi berasal dari aktivitas transportasi darat. Menurutnya, kontribusi transportasi darat mencapai sekitar 89,9 persen dari total emisi sektor transportasi.


Secara keseluruhan, sektor transportasi menyumbang sekitar 22 hingga 27 persen dari total emisi sektor energi nasional. Jika dihitung secara menyeluruh, angka tersebut setara dengan sekitar 12,2 persen hingga 15 persen dari total emisi nasional Indonesia.


Besarnya kontribusi emisi ini dipengaruhi oleh tingginya jumlah kendaraan bermotor di Indonesia yang kini mencapai sekitar 164,5 juta unit. Mayoritas kendaraan tersebut didominasi sepeda motor dan mobil pribadi, menandakan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap transportasi pribadi.


Emisi karbon dioksida (CO2) dari kendaraan pribadi bahkan dilaporkan telah menembus lebih dari 108 juta ton per tahun. Di sisi lain, penggunaan transportasi umum masih tergolong minim. Populasi bus misalnya, hanya sekitar 0,2 persen dari total kendaraan nasional.


Kondisi ini menunjukkan bahwa peran angkutan umum dalam mobilitas masyarakat masih sangat kecil, sehingga penggunaan kendaraan pribadi tetap menjadi pilihan utama di berbagai daerah.


Truk Diesel Jadi Penyumbang Emisi Besar


Selain kendaraan pribadi, truk berbasis diesel juga menjadi kontributor besar polusi sektor transportasi. Meski jumlahnya hanya sekitar 4 persen dari total populasi kendaraan nasional, kontribusi emisinya mencapai sekitar 40,56 persen.


Urban Mobility Manager WRI Indonesia, Dimas Fadhil, menjelaskan tingginya emisi dari truk disebabkan karakteristik operasional kendaraan logistik yang menggunakan solar dan beroperasi dalam intensitas tinggi setiap hari.


Saat ini, hampir 90 persen distribusi logistik nasional masih mengandalkan moda transportasi truk, sehingga sektor ini menjadi tantangan besar dalam upaya pengurangan emisi karbon.


Daftar Kontribusi Emisi Transportasi Darat


Berdasarkan berbagai kajian, termasuk WRI Indonesia, berikut estimasi kontribusi emisi berdasarkan jenis kendaraan di sektor transportasi darat:


  • Kendaraan pribadi (mobil dan motor): lebih dari 50 persen
  • Truk/logistik berbasis diesel: sekitar 40,56 persen
  • Bus dan angkutan umum: kurang dari 5 persen
  • Kendaraan lainnya: sisanya


Tingginya emisi dari transportasi darat menjadi sinyal kuat perlunya percepatan transisi menuju kendaraan rendah emisi, penguatan transportasi publik, serta modernisasi sistem logistik nasional agar target pengurangan emisi Indonesia dapat tercapai. (Rhz2797)