Notification

×

Iklan

Iklan

Dihujani Serangan Tank Israel! Kisah Menegangkan Prajurit TNI Selamat dari Neraka Lebanon

April 01, 2026 Last Updated 2026-04-01T00:42:14Z

Konflik bersenjata antara Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon tidak hanya menelan korban dari kedua pihak, tetapi juga berdampak pada pasukan perdamaian dunia. Salah satunya dialami prajurit TNI AL yang tergabung dalam misi UNIFIL.


Dua prajurit Marinir, Egy Arifianto dan Nofrian Syahputra, membagikan pengalaman menegangkan saat bertugas di wilayah perbatasan Lebanon, tepatnya di sektor Naqoura.


Situasi Mencekam di Garis Depan


Peristiwa itu terjadi pada 10 Oktober 2025, ketika eskalasi konflik meningkat tajam. Sejak pagi, pergerakan tank tempur Merkava milik Israel mulai terdeteksi keluar dari wilayah garis batas yang dikenal sebagai Blue Line.


Sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian, kedua prajurit TNI tetap menjalankan tugas pemantauan sesuai prosedur. Namun, situasi semakin memanas ketika jumlah tank yang bersiaga bertambah dan intensitas serangan dari kedua pihak meningkat.


Hujan Artileri dan Serangan Udara


Menjelang sore hari, konflik berubah menjadi baku tembak terbuka. Serangan artileri dan udara dari pihak Israel dibalas oleh tembakan dari Hizbullah, menciptakan kondisi yang sangat berbahaya di sekitar pos pengamatan.


Tower pengamatan tempat mereka berjaga pun mulai terkena dampak ledakan. Meski demikian, keduanya tetap bertahan dan melanjutkan pemantauan di tengah situasi yang kian tidak terkendali.


Detik-Detik Serangan Langsung


Puncak kejadian terjadi pada dini hari sekitar pukul 04.00 waktu setempat. Kedua prajurit melihat sinar laser yang mengarah ke posisi mereka—tanda bahwa tank Merkava membidik langsung ke arah tower.


Tak lama kemudian, dua tembakan diluncurkan dan menghantam bagian lantai dua tower. Ledakan tersebut begitu kuat hingga membuat keduanya terpental dari posisi jaga di lantai empat.


Dalam kondisi sempat tidak sadarkan diri, mereka akhirnya bangkit dan berusaha menyelamatkan diri dari bangunan yang mulai hancur.


Evakuasi Dramatis dari Bangunan Runtuh


Upaya evakuasi tidak berjalan mulus. Tangga menuju lantai bawah hancur akibat ledakan, memaksa mereka mencari cara lain untuk keluar.


Dalam situasi darurat, mereka harus melompat antar lantai untuk menyelamatkan diri. Setelah berhasil keluar dari tower, keduanya berusaha menuju bunker terdekat.


Beruntung, tim evakuasi datang tepat waktu menggunakan kendaraan lapis baja dan segera membawa mereka ke fasilitas medis.


Luka Fisik dan Dampak Serius


Akibat insiden tersebut, kedua prajurit mengalami sejumlah luka serius. Egy mengalami luka di beberapa bagian tubuh serta gangguan penglihatan, pendengaran, dan pernapasan.


Sementara itu, Nofrian mengalami cedera pada lengan dan kaki, serta gangguan pernapasan akibat paparan debu dan sisa ledakan.


Dedikasi TNI di Misi Perdamaian Dunia


Kisah ini menjadi bukti nyata risiko tinggi yang dihadapi prajurit TNI dalam menjalankan misi perdamaian internasional. Meski berada di bawah mandat PBB, ancaman di lapangan tetap nyata dan tidak terduga.


Keberanian dan profesionalisme prajurit Indonesia di wilayah konflik seperti Lebanon patut diapresiasi, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya peran pasukan perdamaian dalam menjaga stabilitas dunia.(Rhz2797)