Notification

×

Iklan

Iklan

Fokus ke Anak Kurang Gizi, Strategi Baru Prabowo Dinilai Lebih Tepat Sasaran

April 15, 2026 Last Updated 2026-04-14T23:34:16Z

Rencana Presiden Prabowo Subianto untuk memfokuskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada anak-anak kurang gizi mendapat respons positif dari pengamat kebijakan publik. Langkah ini dinilai sebagai strategi yang tepat untuk memastikan program berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.


Pengamat dari Universitas Indonesia, Lina Miftahul Jannah, menyebut bahwa kebijakan tersebut menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG. Menurutnya, fokus pada kelompok yang benar-benar membutuhkan akan meningkatkan dampak program secara signifikan.


Ia menjelaskan bahwa sejak awal, tujuan utama MBG adalah memberikan akses makanan bergizi secara gratis kepada masyarakat yang mengalami keterbatasan, baik dari sisi ekonomi maupun akses terhadap pangan sehat. Oleh karena itu, penyaluran bantuan harus diarahkan kepada anak-anak yang memang tidak mampu memenuhi kebutuhan gizi harian secara mandiri.


Tidak hanya faktor ekonomi, Lina juga menyoroti pentingnya mempertimbangkan aspek geografis dan sosial. Anak-anak yang tinggal di daerah dengan akses terbatas terhadap makanan bergizi juga perlu menjadi prioritas dalam program ini.


Untuk memastikan ketepatan sasaran, Lina mengusulkan agar pemerintah memanfaatkan data penerima Program Indonesia Pintar (PIP). Data tersebut dinilai mampu memberikan gambaran jelas mengenai kondisi ekonomi keluarga siswa, sehingga dapat membantu menentukan siapa saja yang layak menerima bantuan MBG.


Selain itu, ia menyarankan agar data PIP disinkronkan dengan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Integrasi kedua data ini diyakini dapat mempercepat proses verifikasi dan meningkatkan akurasi penyaluran bantuan.


Di sisi lain, pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) juga menegaskan bahwa program MBG tidak akan diberikan secara merata tanpa pertimbangan. Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S. Deyang, menyampaikan bahwa anak-anak dari keluarga mampu tidak menjadi prioritas karena kebutuhan gizinya umumnya sudah terpenuhi di rumah.


Ia juga menekankan bahwa program ini tidak bersifat wajib bagi semua siswa. Pemerintah ingin memastikan bahwa bantuan benar-benar diterima oleh mereka yang membutuhkan, tanpa ada unsur pemaksaan.


Untuk mendukung kebijakan tersebut, BGN telah menyiapkan tim khusus yang bertugas melakukan pemilahan data penerima. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi distribusi sekaligus memastikan manfaat program dirasakan secara nyata oleh kelompok sasaran.


Pendekatan berbasis kebutuhan dinilai menjadi kunci keberhasilan program MBG ke depan. Dengan pengawasan dan evaluasi yang terus diperkuat, pemerintah optimistis program ini dapat menjadi solusi efektif dalam mengatasi masalah gizi anak di Indonesia. (Rhz2797)