Notification

×

Iklan

Iklan

Fuji Bongkar Pengkhianatan Mantan Admin, Sampai Ngaku Nyaris Gila!

April 20, 2026 Last Updated 2026-04-20T14:39:36Z


Selebgram sekaligus publik figur Fujianti Utami Putri atau yang akrab disapa Fuji, akhirnya buka suara soal pengalaman pahit yang sempat mengguncang hidupnya. Bukan hanya mengalami dugaan kerugian materi, Fuji juga harus menghadapi tekanan mental berat akibat ulah mantan karyawan yang pernah ia percaya.


Dalam keterangannya di Polres Metro Jakarta Selatan pada Senin, 20 April 2026, Fuji mengungkap bahwa mantan admin media sosialnya diduga menyalahgunakan akses terhadap akun pribadi miliknya. Orang tersebut diketahui memiliki akses ke akun Instagram dan TikTok Fuji selama bekerja dengannya.


Menurut Fuji, masalah yang terjadi bukan hanya soal dugaan penggelapan dana, tetapi juga pengkhianatan secara personal. Ia menyebut mantan admin tersebut diduga mengambil tangkapan layar percakapan pribadi dari akun media sosialnya, lalu menyebarkannya kepada pihak lain hingga menjadi bahan ejekan.


Hal itulah yang membuat kondisi mental Fuji sangat terguncang. Ia mengaku merasa sangat terpukul karena privasinya dilanggar oleh orang yang sebelumnya ia percaya untuk membantu pekerjaannya sehari-hari.


Situasi semakin rumit ketika terduga pelaku disebut ikut mempengaruhi beberapa anggota tim lainnya agar berbalik melawan Fuji. Kondisi tersebut membuat dirinya merasa sendirian, terisolasi, dan berada dalam tekanan yang sangat berat.


Fuji bahkan mengaku sempat berada di titik terendah hingga hampir mengalami gangguan mental serius. Ia menyebut dirinya nyaris kehilangan kendali jika tidak mendapatkan dukungan dari orang-orang terdekat, termasuk mantan manajernya yang tetap berada di sisinya saat masa sulit itu terjadi.


Menurutnya, bantuan dari lingkungan terdekat menjadi alasan utama dirinya bisa bertahan dan tetap menjalani aktivitas sebagai publik figur. Meski sedang menghadapi tekanan batin, Fuji tetap berusaha profesional dan melanjutkan pekerjaannya seperti biasa.


Ia juga mengakui sempat berjuang melawan depresi sambil terus menjalani rutinitas harian. Namun kini, Fuji memilih untuk tidak membuka jalan damai dan memutuskan melanjutkan proses hukum terhadap mantan karyawannya tersebut.


Langkah hukum itu diambil karena Fuji ingin memberikan efek jera serta menjadikan kasus ini sebagai pelajaran agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Ia menegaskan bahwa semua yang dimilikinya merupakan hasil kerja keras sendiri, sehingga ia tidak ingin perjuangannya dirusak oleh tindakan orang lain.


Keputusan tegas Fuji untuk membawa kasus ini ke jalur hukum pun mendapat perhatian besar dari publik. Banyak warganet memberikan dukungan atas keberaniannya dalam menghadapi persoalan yang menyangkut kepercayaan dan kesehatan mental sekaligus.(Rhz2797)