Kisah mengharukan datang dari dunia medis Indonesia setelah seorang pasien sirosis hati berhasil menjalani transplantasi hati dengan donor dari anak kandungnya sendiri. Momen penuh haru ini menjadi simbol nyata pengorbanan keluarga demi menyelamatkan nyawa orang tercinta.
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan bahwa pasien berusia 52 tahun tersebut kini berada dalam kondisi stabil setelah menjalani operasi transplantasi di RSUP Fatmawati. Donor hati diberikan langsung oleh anaknya yang berusia 26 tahun.
Menurut Dante, keberhasilan transplantasi ini menunjukkan bahwa prosedur transplantasi hati kini menjadi harapan nyata bagi pasien dengan penyakit hati kronis, khususnya mereka yang mengalami sirosis stadium lanjut.
Ia menjelaskan bahwa transplantasi hati merupakan terapi paling efektif, bahkan dalam banyak kasus menjadi satu-satunya pilihan untuk menyelamatkan pasien dengan kerusakan hati berat yang sudah tidak dapat ditangani dengan metode lain.
Kementerian Kesehatan juga menyoroti tingginya angka kasus sirosis hati di Indonesia. Penyakit ini disebut menjadi salah satu penyebab kematian terbesar, dengan sebagian besar kasus dipicu oleh infeksi hepatitis B yang masih banyak ditemukan di masyarakat.
Untuk meningkatkan akses layanan, pemerintah telah menyiapkan sejumlah rumah sakit rujukan nasional yang mampu melakukan transplantasi hati. Beberapa di antaranya adalah RS Cipto Mangunkusumo, RSUP Dr Sardjito, dan RSUP Fatmawati.
Pemerintah menegaskan kemampuan layanan transplantasi hati di Indonesia kini semakin berkembang dan didukung oleh tim medis berpengalaman. Selain itu, pembiayaan prosedur tertentu juga dapat ditanggung melalui BPJS Kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kisah seorang anak yang rela mendonorkan sebagian hatinya demi menyelamatkan sang ayah ini pun menjadi inspirasi banyak orang. Di balik kemajuan teknologi medis, kisah tersebut menunjukkan bahwa harapan hidup bagi pasien sirosis di Indonesia kini semakin terbuka lebar. (Rhz2797)
