Notification

×

Iklan

Iklan

Heboh! Dua Tersangka Pembunuh Nus Kei Dipindahkan ke Ambon, Polisi Ungkap Alasannya

April 20, 2026 Last Updated 2026-04-20T07:59:28Z

Kasus pembunuhan Ketua Partai Golkar Maluku Tenggara (Malra), Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, terus menjadi perhatian publik. Dua pelaku penikaman yang diduga terlibat dalam kasus tersebut kini telah dipindahkan dari Maluku Tenggara ke Kota Ambon untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.


Kedua tersangka masing-masing berinisial HR (28) dan FU (36). Mereka dipindahkan ke Markas Polda Maluku sebagai langkah pengamanan sekaligus untuk mendukung proses penyidikan yang lebih intensif.


Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah Umasugi, menjelaskan bahwa pemindahan tersebut dilakukan karena alasan keamanan. Menurutnya, situasi di lapangan perlu diantisipasi agar proses hukum berjalan lancar tanpa gangguan.


“Dua pelaku penikaman yang menewaskan Nus Kei telah dipindahkan ke Ambon untuk diperiksa lebih lanjut,” ujar Rositah, Senin (20/4/2026).


Ia menambahkan, kedua tersangka diterbangkan menggunakan pesawat komersial dari Maluku Tenggara menuju Ambon. Setibanya di ibu kota Provinsi Maluku itu, keduanya langsung dibawa ke Mapolda Maluku untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik.


“Setelah tiba di Ambon, mereka langsung dibawa ke Mapolda Maluku untuk pemeriksaan lanjutan,” jelasnya.


Sementara itu, Kasi Humas Polres Maluku Tenggara, Ipda Wandi Puasa, juga membenarkan pemindahan tersebut. Ia menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk menghindari kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan di wilayah Malra.


Menurut Wandi, penanganan kasus kini sepenuhnya berada di bawah koordinasi Polda Maluku guna memastikan proses hukum berjalan aman dan kondusif.


“Terkait dua pelaku yang sudah dibawa ke Ambon, itu untuk alasan keamanan,” ungkapnya.


Kasus tewasnya Nus Kei sendiri sempat menghebohkan masyarakat Maluku, mengingat korban merupakan tokoh politik yang cukup dikenal di wilayah Maluku Tenggara. Polisi masih terus mendalami motif di balik aksi penikaman tersebut serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.


Pihak kepolisian memastikan proses penyelidikan akan dilakukan secara profesional dan transparan agar seluruh fakta dalam kasus ini dapat terungkap secara jelas.(Rhz2797)