Notification

×

Iklan

Iklan

Jabodetabek Makin Panas! BMKG Ingatkan Risiko Heat Stress hingga Dehidrasi

April 28, 2026 Last Updated 2026-04-28T08:07:34Z


Beberapa hari terakhir, warga Jabodetabek mengeluhkan cuaca yang terasa jauh lebih panas dari biasanya. Suhu udara yang terik sejak pagi hingga siang hari membuat aktivitas luar ruangan terasa semakin berat, bahkan memicu kekhawatiran soal kesehatan.


Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa suhu udara di wilayah Jabodetabek memang mengalami peningkatan signifikan. Suhu maksimum tercatat mencapai 35 hingga 36 derajat Celsius, terutama di wilayah Jakarta Utara dan sekitarnya.


Fenomena ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga awal Mei 2026, khususnya di wilayah Indonesia bagian selatan ekuator.


BMKG: Suhu Maksimum Capai 36 Derajat Celsius


Prakirawan cuaca BMKG, Rira Damanik, menjelaskan bahwa dalam beberapa hari terakhir kondisi cuaca cerah mendominasi sejak pagi hingga siang hari. Hal ini membuat paparan sinar matahari terasa jauh lebih menyengat.


Langit yang minim awan menyebabkan radiasi matahari langsung mencapai permukaan bumi tanpa hambatan. Akibatnya, suhu udara meningkat lebih cepat dan terasa lebih panas dibanding hari-hari biasa.


Wilayah Jakarta Utara menjadi salah satu titik yang mencatat suhu tertinggi, dengan angka mencapai 36 derajat Celsius.


Waspadai Heat Stress dan Dehidrasi


BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang, namun tidak mengabaikan dampak kesehatan akibat cuaca panas ekstrem ini. Paparan panas berlebih dapat memicu dehidrasi, kelelahan akibat panas atau heat stress, hingga gangguan pernapasan.


Kondisi udara yang kering juga berpotensi meningkatkan polusi udara, sehingga risiko gangguan kesehatan menjadi lebih besar, terutama bagi anak-anak, lansia, dan mereka yang memiliki penyakit pernapasan.


Masyarakat disarankan untuk memperbanyak konsumsi air putih, menggunakan pelindung kepala saat beraktivitas di luar ruangan, serta mengurangi paparan langsung sinar matahari pada jam-jam puncak, terutama siang hari.


Ini Penyebab Cuaca Panas Ekstrem


BMKG menjelaskan ada beberapa faktor utama yang memicu suhu panas ekstrem di Jabodetabek. Salah satunya adalah posisi semu matahari yang saat ini berada di sekitar garis khatulistiwa.


Kondisi tersebut membuat intensitas penyinaran matahari di wilayah Indonesia berada pada titik maksimum, sehingga suhu udara menjadi lebih tinggi.


Selain itu, minimnya tutupan awan membuat sinar matahari langsung mengenai permukaan bumi tanpa terhalang.


Faktor lainnya adalah dominasi angin timuran yang berasal dari Australia. Angin ini bersifat kering dan menghambat pembentukan awan, terutama di wilayah selatan ekuator seperti Jabodetabek.


Banyak Daerah Lain Juga Dilanda Panas


Tak hanya Jabodetabek, BMKG juga mencatat sejumlah daerah lain di Indonesia mengalami suhu panas cukup tinggi. Salah satu wilayah yang menjadi sorotan adalah Ciputat, Banten, yang masuk daftar lokasi dengan suhu maksimum harian tertinggi.

Selain itu, suhu panas juga terpantau di Medan, Bengkulu, Bandar Lampung, Palu, Banjarbaru, hingga Banjarmasin.


Di Pulau Jawa, beberapa daerah seperti Subang, Semarang, Karanganyar, dan Malang juga mengalami kondisi serupa. Sementara di Kalimantan, wilayah seperti Barito Selatan, Barito Utara, Kotawaringin Barat, Bulungan, dan Kapuas Hulu turut mencatat suhu tinggi.


Apakah Ini Dampak El Nino ‘Godzila’?


Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Prof Eddy Hermawan, menjelaskan bahwa cuaca panas saat ini belum bisa langsung dikaitkan dengan fenomena El Nino ekstrem yang sering disebut sebagai El Nino “Godzila”.


Menurutnya, untuk menyebut fenomena tersebut sebagai El Nino Godzila, diperlukan beberapa indikator kuat seperti intensitas anomali suhu permukaan laut yang sangat tinggi, durasi yang panjang hingga sekitar 12 bulan, serta probabilitas yang jelas.


Saat ini, kondisi tersebut dinilai masih belum cukup untuk dikategorikan sebagai El Nino ekstrem.

Karena itu, masyarakat diminta untuk tidak panik berlebihan, namun tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca panas yang bisa memengaruhi kesehatan dan aktivitas sehari-hari. (Rhz2797)