Munculnya bentol-bentol merah di kulit yang disertai rasa gatal sering kali dianggap sebagai biduran biasa. Namun, kondisi ini tidak boleh dianggap sepele, terutama jika diikuti dengan sesak napas. Bisa jadi, tubuh sedang mengalami Syok Anafilaktik yang berpotensi mengancam nyawa.
Penjelasan ini juga disampaikan oleh Tirta Mandira Hudhi, yang menyebut bahwa reaksi tersebut terjadi akibat sistem imun yang salah mengenali zat tertentu dalam tubuh.
Menurutnya, tubuh manusia memiliki mekanisme pengenalan terhadap zat asing, layaknya “identitas” atau penanda. Zat tersebut bisa berasal dari makanan, obat-obatan, maupun faktor lingkungan lainnya.
Ketika sistem imun tidak mengenali suatu zat sebagai alergen, tubuh justru bisa memberikan reaksi berlebihan. Akibatnya, muncul gejala seperti bentol-bentol di seluruh tubuh, rasa gatal hebat, hingga reaksi sistemik yang lebih serius.
Dalam kondisi yang lebih parah, reaksi ini bisa berkembang menjadi gangguan pernapasan hingga penurunan tekanan darah secara drastis. Situasi ini masuk kategori darurat medis dan sering ditangani di unit gawat darurat (IGD).
Beberapa pemicu umum dari syok anafilaktik antara lain sengatan serangga, seperti tawon, serta konsumsi obat-obatan tertentu. Beberapa orang diketahui memiliki sensitivitas tinggi terhadap obat seperti Aspirin dan Ibuprofen.
Selain itu, makanan tertentu seperti seafood juga bisa menjadi pemicu, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah besar oleh individu yang memiliki riwayat alergi.
Karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda awal dan segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala seperti bentol disertai sesak napas, pusing, atau penurunan kesadaran.
Kesadaran akan bahaya syok anafilaktik menjadi kunci untuk mencegah kondisi yang lebih fatal. Jangan ragu untuk segera ke fasilitas kesehatan terdekat jika gejala mencurigakan muncul. (Rhz2797)
