Minuman probiotik seperti yogurt sudah sangat populer di kalangan masyarakat. Namun, kefir yang memiliki manfaat serupa ternyata belum banyak dikenal. Padahal, keduanya sama-sama berasal dari susu fermentasi dan menyimpan segudang manfaat untuk kesehatan tubuh.
Menurut Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University, Prof. Dr. Ir. Ronny Rachman Noor, MRur.Sc, yogurt dan kefir merupakan minuman tradisional yang telah dikonsumsi selama ribuan tahun dan terbukti secara ilmiah baik untuk kesehatan.
Sama-sama Sehat, Tapi Ada Perbedaan
Secara umum, yogurt dan kefir sama-sama kaya probiotik yang baik untuk sistem pencernaan. Konsumsi rutin keduanya dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga kesehatan tulang, mengurangi peradangan, serta memenuhi kebutuhan protein harian.
Namun, proses pembuatan keduanya berbeda. Yogurt dibuat melalui fermentasi bakteri seperti Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus. Hasilnya adalah tekstur lembut dengan rasa asam yang ringan.
Sementara itu, kefir dibuat menggunakan biji kefir—kombinasi ragi dan bakteri—yang menghasilkan minuman dengan tekstur lebih cair, sedikit berkarbonasi, dan rasa yang lebih tajam.
Rasa dan Tekstur yang Berbeda
Yogurt dikenal dengan teksturnya yang creamy dan rasa yang lebih ramah di lidah. Saat ini, banyak varian yogurt di pasaran yang hadir dengan berbagai rasa buah untuk menyesuaikan selera konsumen.
Di sisi lain, kefir memiliki karakter rasa yang lebih kompleks. Selain asam, ada sensasi sedikit manis dan aroma ragi yang khas. Teksturnya yang cair membuat kefir terasa lebih segar, terutama jika disajikan dingin.
Mana Lebih Baik untuk Pencernaan?
Dari sisi kandungan probiotik, kefir unggul karena memiliki lebih banyak jenis mikroorganisme. Dalam satu sajian, kefir bisa mengandung hingga sekitar 50 strain bakteri dan ragi, jauh lebih banyak dibanding yogurt yang umumnya hanya memiliki 2–6 strain bakteri.
Hal ini membuat kefir lebih efektif untuk membantu mengatasi intoleransi laktosa, kondisi yang umum dialami masyarakat Asia, termasuk Indonesia.
Sementara itu, yogurt tetap memberikan manfaat besar untuk kesehatan usus, meski mungkin tidak sekuat kefir dalam hal toleransi laktosa.
Kandungan Nutrisi
Kefir juga sedikit lebih unggul dalam kandungan nutrisi seperti protein dan kalium per porsinya. Ini menjadikannya pilihan menarik bagi kamu yang ingin meningkatkan imunitas sekaligus menjaga kesehatan pencernaan secara optimal.
Namun, yogurt tetap menjadi pilihan ideal bagi yang menyukai rasa lebih ringan dan tekstur kental.
Kesimpulan: Pilih Sesuai Kebutuhan
Baik yogurt maupun kefir sama-sama menyehatkan. Jika kamu mencari probiotik dengan manfaat maksimal untuk pencernaan dan intoleransi laktosa, kefir bisa jadi pilihan utama.
Namun, jika kamu lebih menyukai rasa yang lembut dan mudah dikonsumsi sehari-hari, yogurt tetap menjadi alternatif yang tak kalah baik.
Pada akhirnya, pilihan terbaik tergantung pada kebutuhan dan preferensi masing-masing. (Rhz2797)
