Notification

×

Iklan

Iklan

Terungkap Kasus Kekerasan! Puluhan Anak Panti di Buleleng Dievakuasi, Nasibnya Kini Berubah

April 06, 2026 Last Updated 2026-04-06T00:47:39Z

Kasus dugaan kekerasan di sebuah panti asuhan di Kabupaten Buleleng, Bali, memicu langkah cepat dari pemerintah daerah. Puluhan anak yang sebelumnya tinggal di panti tersebut kini telah direlokasi demi menjamin keselamatan dan kesejahteraan mereka.


Langkah ini dilakukan oleh Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Buleleng setelah muncul dugaan kekerasan seksual dan penganiayaan yang menyeret ketua yayasan berinisial IMW sebagai tersangka.


Operasional Panti Dihentikan Sementara


Relokasi anak-anak dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Buleleng yang menghentikan sementara operasional panti asuhan tersebut. Kebijakan ini diambil sebagai upaya perlindungan terhadap anak-anak yang berada di lingkungan tersebut.


Kepala Dinsos P3A Buleleng, I Putu Kariaman Putra, menjelaskan bahwa pihaknya langsung bergerak setelah keputusan resmi dikeluarkan. Proses relokasi diawali dengan koordinasi dan pemberitahuan kepada pihak pengelola panti.


16 Anak Dipulangkan, Sebagian Direlokasi


Dari total 30 anak yang tinggal di panti, sebanyak 16 anak telah dipulangkan ke orangtua masing-masing atas permintaan keluarga. Sementara itu, 12 anak lainnya dipindahkan ke lokasi berbeda untuk mendapatkan perlindungan lebih lanjut.


Empat anak ditempatkan di Panti Asuhan Narayan Seva di Desa Kerobokan, Kecamatan Sawan. Sedangkan delapan anak yang diduga menjadi korban kekerasan telah lebih dulu diamankan di rumah aman untuk menjalani pemulihan.


Masih terdapat dua anak yang belum direlokasi karena membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Pemerintah memastikan proses ini dilakukan tanpa paksaan demi menjaga kondisi psikologis mereka.


Pendampingan Psikologis Jadi Prioritas


Selain memastikan tempat tinggal yang aman, pemerintah juga fokus pada pemulihan trauma anak-anak korban. Pendampingan dilakukan oleh tenaga profesional seperti psikolog dan pekerja sosial.


Anak-anak yang berada di rumah aman akan terus didampingi hingga proses hukum kasus ini selesai dan memiliki kekuatan hukum tetap.


Pendidikan Tetap Berjalan


Pemerintah daerah juga menjamin hak pendidikan anak-anak tetap terpenuhi. Dinsos P3A bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Buleleng untuk memastikan mereka tetap bisa bersekolah, termasuk mengikuti ujian tanpa hambatan.


Jika diperlukan, anak-anak juga akan difasilitasi untuk pindah ke sekolah terdekat dari lokasi baru mereka.


Panti Penampung Siap Tampung Tambahan Anak


Panti Asuhan Narayan Seva menyatakan kesiapannya menampung anak-anak hasil relokasi. Dengan kapasitas yang masih tersedia, panti tersebut mampu menampung tambahan anak jika dibutuhkan.


Pihak pengelola juga memastikan adanya pendampingan agar anak-anak dapat beradaptasi dengan lingkungan baru secara bertahap, termasuk dukungan dari kakak asuh di setiap kamar.


Jadi Perhatian Serius


Kasus ini menjadi pengingat penting akan perlunya pengawasan ketat terhadap lembaga pengasuhan anak. Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk melindungi hak-hak anak dan memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa depan. (Rhz2797)