Notification

×

Iklan

Iklan

Kabel Semrawut di Jakarta Bikin Ngeri! Dari Ganggu Lalu Lintas sampai Ancam Keselamatan Warga

April 15, 2026 Last Updated 2026-04-15T00:56:37Z


Kondisi kabel utilitas yang semrawut masih menjadi persoalan serius di sejumlah wilayah Jakarta. Salah satu potret nyata terlihat di Jalan Tanjung Pura, Kalideres, Jakarta Barat, di mana kabel-kabel tampak menjuntai rendah, tidak teratur, bahkan nyaris menyentuh tanah.


Pemandangan ini bukan hanya mengganggu estetika kota, tetapi juga menimbulkan risiko besar bagi keselamatan warga. Kabel-kabel yang melintang bahkan terlihat bersandar langsung di atap rumah penduduk, memicu kekhawatiran akan potensi korsleting listrik hingga kebakaran.


Seorang warga setempat, Hendra (37), mengungkapkan bahwa kondisi tersebut sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa penanganan serius. Ia menilai penataan kabel hanya dilakukan di kawasan tertentu, sementara wilayah perkampungan seperti tempat tinggalnya terkesan diabaikan.


Masalah semakin kompleks karena jalan yang sempit kerap dilintasi kendaraan besar seperti truk dari kawasan industri sekitar. Kondisi kabel yang rendah membuat kendaraan tinggi sering tersangkut, bahkan menyebabkan kabel putus dan mengganggu arus lalu lintas.


Insiden terbaru terjadi pada malam hari ketika sebuah truk tersangkut kabel hingga menyebabkan gangguan di jalan. Dalam kondisi seperti itu, kernet biasanya harus turun tangan menggunakan alat seadanya untuk melepaskan kabel agar kendaraan bisa melintas.


Keluhan serupa disampaikan Suwatri (56), pemilik warung yang bangunannya berada tepat di bawah kabel menjuntai. Ia mengaku khawatir jika terjadi korsleting atau sambaran petir yang bisa memicu kebakaran.


Selain itu, getaran dari truk yang melintas dengan kecepatan tinggi di malam hari juga menambah kekhawatiran warga. Ia berharap pemerintah segera turun tangan untuk menata ulang kabel-kabel tersebut demi keselamatan bersama.


Fenomena kabel semrawut ini mendapat perhatian dari pengamat tata kota, Muh. Azis Muslim. Ia menilai persoalan ini bukan sekadar soal keindahan kota, tetapi menyangkut aspek keselamatan yang krusial.


Menurut Azis, akar masalah terletak pada tidak adanya sistem pengelolaan utilitas yang terpadu. Berbagai jaringan seperti listrik, telekomunikasi, dan fiber optik dikelola oleh pihak berbeda tanpa koordinasi yang optimal.


Akibatnya, banyak kabel dipasang secara terpisah di tiang yang berbeda atau menumpuk pada satu titik tanpa perencanaan yang matang. Kondisi ini diperparah dengan biaya tinggi untuk memindahkan kabel ke bawah tanah, sehingga metode tersebut belum banyak diterapkan.


Risiko dari kondisi ini sangat besar, terutama di kawasan padat penduduk. Tumpukan kabel yang melebihi kapasitas dapat memicu korsleting dan meningkatkan potensi kebakaran. Selain itu, kabel menjuntai juga membahayakan pengendara serta menghambat kendaraan darurat seperti mobil pemadam kebakaran.


Sebagai solusi, Azis menekankan pentingnya langkah bertahap. Dalam jangka pendek, pemerintah dan operator diminta segera merapikan serta meninggikan kabel untuk mengurangi risiko langsung.


Sementara itu, untuk jangka menengah, diperlukan kolaborasi antaroperator dalam penataan jaringan utilitas secara terpadu, termasuk melalui proyek Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT).


Adapun dalam jangka panjang, pemindahan kabel ke bawah tanah menjadi solusi ideal. Hal ini perlu didukung dengan regulasi yang mewajibkan setiap pembangunan baru menyediakan sistem ducting yang terintegrasi.


Dengan komitmen kuat dari pemerintah dan pelaku industri, penataan kabel utilitas diyakini dapat membawa Jakarta menuju kota yang lebih aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh warganya. (Rhz2797)