Notification

×

Iklan

Iklan

KRL Cikarang-Bekasi Timur Segera Beroperasi Lagi, Penumpang Diminta Bersiap Siang Ini

April 29, 2026 Last Updated 2026-04-29T05:15:28Z


Layanan KRL Cikarang-Bekasi Timur ditargetkan kembali beroperasi pada siang hari ini, Rabu (29/4/2026), setelah sempat terganggu akibat kecelakaan tragis antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line arah Cikarang yang menewaskan 15 orang.


Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan memastikan pembukaan kembali operasional jalur tersebut masih menunggu izin resmi atau clearance dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sebagai pihak yang melakukan investigasi kecelakaan.


Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa apabila hasil investigasi awal dari KNKT telah memberikan lampu hijau, maka layanan KRL Jabodetabek dari arah Cikarang dan Bekasi Timur akan segera dibuka kembali.


Menurutnya, saat ini pihak terkait masih melakukan serangkaian uji coba untuk memastikan jalur rel, sistem perjalanan, serta kesiapan stasiun benar-benar aman digunakan kembali oleh masyarakat.


Proses uji coba tersebut mencakup pemeriksaan rel, jalur perjalanan kereta, hingga kesiapan operasional Stasiun Bekasi Timur agar tidak menimbulkan risiko baru bagi penumpang maupun petugas lapangan.


Dudy menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam pemulihan layanan ini. Ia meminta PT KAI untuk tidak terburu-buru dan memastikan seluruh standar keamanan terpenuhi sebelum operasional kembali dibuka.


Sementara itu, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Bobby Rasyidin memastikan layanan KRL Cikarang Line akan kembali berjalan siang ini dengan frekuensi perjalanan yang sama seperti sebelumnya.


Ia menyebut pembukaan operasional dilakukan secara bertahap sesuai arahan KNKT. Jalur yang sudah dinyatakan aman akan digunakan kembali, namun tetap dengan pembatasan kecepatan sebagai langkah antisipasi.


Bobby juga menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama perusahaan. PT KAI, kata dia, tidak memberikan toleransi terhadap pelanggaran standar keselamatan dalam kondisi apa pun.


Sebelumnya, kecelakaan maut terjadi pada Senin malam (27/4/2026) ketika KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL yang sedang berhenti di Stasiun Bekasi Timur.


Insiden itu bermula ketika sebuah taksi tertemper KRL di perlintasan tidak jauh dari stasiun. Akibat kejadian tersebut, KRL sempat tertahan di area Stasiun Bekasi Timur sebelum akhirnya ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek yang datang dari jalur yang sama.


Peristiwa nahas tersebut menyebabkan 15 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka. Insiden ini menjadi salah satu kecelakaan kereta paling serius yang terjadi di wilayah Jabodetabek sepanjang tahun 2026.


Kini masyarakat, khususnya para pengguna KRL jalur Cikarang-Bekasi Timur, berharap operasional dapat kembali normal tanpa mengabaikan faktor keselamatan yang menjadi prioritas utama. (Rhz2797)