PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) memastikan kesiapan Mitsubishi Fuso dalam memasok puluhan ribu unit truk untuk mendukung proyek strategis nasional Koperasi Desa Merah Putih. Dalam proyek tersebut, Fuso dipercaya menyediakan sekitar 20.600 unit kendaraan niaga hingga akhir 2026.
Kepastian itu disampaikan Sales & Marketing Director PT KTB, Aji Jaya, saat ditemui di ajang Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (Giicomvec) 2026, Rabu (8/4/2026).
Menurut Aji, jumlah unit yang akan dipasok Mitsubishi Fuso untuk proyek tersebut sejalan dengan angka yang sebelumnya diumumkan pihak Agrinas, yakni sekitar 20.600 unit sampai Desember 2026.
Besarnya kebutuhan armada untuk proyek nasional ini sempat memengaruhi distribusi kendaraan ke konsumen umum. Sejumlah pembeli retail maupun pelanggan fleet dilaporkan mengalami masa tunggu atau inden lebih lama dari biasanya karena produksi difokuskan untuk memenuhi komitmen pengadaan proyek.
Meski demikian, KTB menegaskan kondisi tersebut hanya sementara. Perusahaan kini mulai menormalkan kembali ritme produksi agar pasokan untuk proyek pemerintah dan pasar umum dapat berjalan beriringan.
Aji mengatakan kapasitas produksi Mitsubishi Fuso mulai kembali stabil dan ditargetkan sejak April 2026 proses distribusi ke konsumen retail sudah kembali normal tanpa antrean inden panjang.
Langkah percepatan produksi ini menjadi kabar baik bagi pelaku usaha yang mengandalkan kendaraan niaga Mitsubishi Fuso, khususnya model Canter yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung penjualan di segmen truk ringan nasional.
Keterlibatan Mitsubishi Fuso dalam proyek Koperasi Desa Merah Putih juga memperkuat posisi merek tersebut sebagai salah satu pemasok utama kendaraan niaga untuk proyek-proyek berskala besar di Indonesia.
Dengan normalisasi produksi yang mulai berjalan, KTB optimistis dapat memenuhi kebutuhan proyek nasional sekaligus menjaga ketersediaan unit bagi pasar komersial dan pelanggan reguler. (Rhz2797)
