Notification

×

Iklan

Iklan

Muncul Varian Covid ‘Cicada’, Gejalanya Mirip Flu Tapi Lebih Menular? Ini Faktanya!

April 01, 2026 Last Updated 2026-04-01T09:23:34Z


Varian baru COVID-19 dengan kode BA.3.2 atau dijuluki “Cicada” tengah menjadi perhatian dunia. Meski kasusnya mulai meningkat di sejumlah negara, pemerintah memastikan varian ini belum ditemukan di Indonesia hingga akhir Maret 2026.


Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman, menyatakan bahwa situasi di dalam negeri masih terkendali. Saat ini, varian yang mendominasi di Indonesia adalah XFG (57%), LF.7 (29%), dan XFG 3.4.3 (14%), yang tergolong memiliki risiko rendah.


Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada tanpa perlu panik. Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) seperti mencuci tangan, menjaga pola makan, cukup istirahat, serta menggunakan masker saat sakit atau berada di keramaian tetap dianjurkan.


Gejala Varian “Cicada”


Secara umum, gejala varian BA.3.2 tidak jauh berbeda dengan varian Omicron sebelumnya. Beberapa gejala yang sering dilaporkan antara lain:


  • Sakit tenggorokan
  • Demam dan menggigil
  • Batuk
  • Kelelahan
  • Nyeri otot atau tubuh
  • Hidung tersumbat


Dalam beberapa kasus, penderita juga mengalami sakit kepala, mual ringan, hingga sesak napas. Gejala khas seperti hilangnya penciuman atau perasa juga masih bisa terjadi.


Lebih Mudah Menyebar?


Di sejumlah wilayah seperti Eropa Timur dan Amerika Serikat, varian “Cicada” mulai menyumbang peningkatan kasus. Para ahli menilai mutasi pada varian ini membuatnya lebih mampu menghindari perlindungan dari vaksin maupun imunitas alami, sehingga berpotensi lebih mudah menular.


Namun, hingga saat ini belum ada bukti kuat bahwa varian tersebut menyebabkan gejala yang lebih parah dibandingkan varian lain.


Menurut Robert H Hopkins Jr, gejala yang muncul masih serupa dengan varian Covid-19 sebelumnya, dengan sakit tenggorokan menjadi salah satu keluhan yang cukup umum.


Bedanya dengan Flu Biasa


Gejala Covid-19, termasuk varian terbaru, sering kali sulit dibedakan dengan flu tanpa pemeriksaan. Namun, ada beberapa perbedaan penting:


  • Covid-19 bisa menyebabkan hilangnya penciuman atau perasa
  • Risiko sesak napas lebih tinggi
  • Masa inkubasi lebih panjang, bisa 2–14 hari


Sebaliknya, flu biasanya menunjukkan gejala lebih cepat, yakni dalam 1–4 hari setelah terpapar.


Tetap Waspada, Jangan Panik


Munculnya varian baru seperti “Cicada” menjadi pengingat bahwa pandemi belum sepenuhnya berakhir. Namun, dengan kondisi varian yang beredar di Indonesia masih relatif rendah risiko, masyarakat diimbau tetap tenang.


Kunci utamanya adalah menjaga kesehatan, meningkatkan daya tahan tubuh, serta disiplin menjalankan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari. (Rhz2797)