Mengalami rambut rontok secara drastis setelah melahirkan merupakan kondisi yang sangat umum dialami banyak ibu. Meski sering membuat panik, kondisi ini sebenarnya merupakan bagian dari proses alami tubuh setelah kehamilan dan persalinan.
Perubahan hormon yang terjadi selama masa kehamilan hingga setelah melahirkan menjadi penyebab utama kerontokan rambut pascapersalinan. Dalam banyak kasus, kondisi ini bersifat sementara dan rambut akan kembali tumbuh seiring tubuh menyesuaikan diri.
Trichologist Anabel Kingsley menjelaskan bahwa saat seorang wanita hamil, kadar hormon estrogen dalam tubuh meningkat cukup signifikan. Kondisi ini membuat rambut berada lebih lama dalam fase anagen atau fase pertumbuhan.
Akibatnya, rambut terasa lebih tebal, lebat, dan tampak lebih sehat selama masa kehamilan. Banyak ibu hamil merasakan perubahan ini dan menganggap rambut mereka jauh lebih bagus dari biasanya.
Namun setelah bayi lahir atau setelah masa menyusui selesai, kadar estrogen mulai turun dan kembali ke kondisi normal. Penurunan hormon yang cukup drastis inilah yang memicu kerontokan rambut berlebih.
Biasanya, rambut rontok mulai terasa sekitar 12 minggu setelah persalinan. Kondisi ini dikenal sebagai postpartum hair loss atau kerontokan rambut pascamelahirkan.
Selain perubahan hormon, ada beberapa faktor lain yang juga dapat memperparah kerontokan rambut setelah melahirkan. Trichologist Eva Proudman menyebut kehilangan darah saat persalinan menjadi salah satu penyebab yang cukup berpengaruh.
Kurang tidur, stres berlebih, kecemasan, hingga pola makan yang kurang baik juga bisa membuat kerontokan semakin parah. Proses pemulihan tubuh setelah persalinan memang membutuhkan energi besar, sehingga kesehatan rambut ikut terdampak.
Menurut Proudman, setiap metode persalinan memiliki tantangan fisik yang berbeda, termasuk tingkat kelelahan dan kehilangan darah yang bisa memengaruhi kondisi rambut setelah melahirkan.
Meski mengganggu, kondisi ini umumnya tidak permanen. Rambut yang rontok akan tumbuh kembali seiring tubuh menormalkan hormon dan mengisi kembali cadangan zat besi yang hilang selama persalinan.
Agar proses pemulihan rambut lebih cepat, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan.
1. Perbaiki Pola Makan dan Istirahat
Asupan nutrisi yang cukup sangat penting untuk membantu pertumbuhan rambut baru. Rambut membutuhkan protein dalam jumlah besar untuk tumbuh sehat.
Para ahli menyarankan agar ibu setelah melahirkan memperbanyak konsumsi makanan tinggi protein seperti telur, ikan, ayam, tahu, tempe, dan kacang-kacangan.
Selain protein, karbohidrat kompleks juga penting untuk menjaga energi tubuh tetap stabil. Jika jadwal makan cukup padat, camilan sehat seperti oatmeal, roti gandum, atau buah bisa membantu memenuhi kebutuhan nutrisi.
Istirahat yang cukup juga tidak kalah penting. Meski sulit bagi ibu baru, kualitas tidur yang baik sangat membantu proses pemulihan tubuh secara keseluruhan, termasuk kesehatan rambut.
2. Rawat Kulit Kepala dan Rambut dengan Benar
Perawatan kulit kepala sering kali diabaikan, padahal bagian ini sangat penting untuk mendukung pertumbuhan rambut sehat.
Eva Proudman menyarankan eksfoliasi kulit kepala menggunakan kandungan seperti salicylic acid untuk membantu membersihkan penumpukan sebum dan sel kulit mati di sekitar folikel rambut.
Kebiasaan menyisir rambut juga perlu diperhatikan. Menyisir terlalu kasar justru bisa memperparah kerontokan.
Cara terbaik adalah menyisir dari bagian bawah terlebih dahulu untuk mengurai kusut di ujung rambut, lalu perlahan naik ke bagian atas.
Jika terbiasa mengikat rambut, hindari model kuncir yang terlalu kencang. Ikatan yang terlalu kuat dapat menarik akar rambut dan memperparah kerontokan. Sebaiknya gunakan ikatan longgar seperti cepol santai.
3. Pertimbangkan Perawatan Klinik Jika Diperlukan
Jika masa menyusui sudah selesai namun rambut masih terus rontok dalam jumlah banyak, perawatan klinis bisa menjadi pilihan tambahan.
Dokter bedah plastik dan rekonstruktif Ashwin Soni menjelaskan salah satu prosedur yang mulai banyak digunakan adalah terapi polinukleotida atau polynucleotides.
Perawatan ini dilakukan melalui suntikan yang bertujuan membantu membatasi efek hormon pada folikel rambut sekaligus merangsang pertumbuhan rambut baru.
Namun, prosedur ini harus dilakukan oleh tenaga medis profesional di klinik terpercaya agar aman dan hasilnya optimal.
Sebelum menjalani tindakan, penting untuk berkonsultasi terlebih dahulu mengenai manfaat, risiko, serta kemungkinan efek sampingnya.
Rambut rontok setelah melahirkan memang bisa membuat khawatir, tetapi dalam banyak kasus kondisi ini adalah hal normal. Dengan perawatan yang tepat dan pola hidup sehat, rambut biasanya akan kembali tumbuh dan pulih secara alami. (Rhz2797)
