Ribuan buruh dijadwalkan menggelar aksi demonstrasi di depan gedung DPR RI, Jakarta Pusat, pada Kamis (16/4/2026) pagi. Aksi ini menjadi bentuk tekanan kepada pemerintah dan legislatif agar segera merespons berbagai tuntutan pekerja, terutama terkait sistem ketenagakerjaan di Indonesia.
Aksi tersebut diprakarsai oleh Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI). Diperkirakan sekitar 2.000 massa akan turun langsung ke lokasi untuk menyuarakan aspirasi mereka.
Tuntutan Buruh: Hapus Outsourcing hingga Tolak Upah Murah
Dalam aksi ini, para buruh membawa sejumlah tuntutan utama. Di antaranya adalah penghapusan sistem outsourcing, penolakan terhadap upah murah, serta mendesak pengesahan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang dinilai lebih berpihak kepada pekerja.
Menurut keterangan pihak kepolisian, tuntutan tersebut menjadi fokus utama yang akan disuarakan dalam demonstrasi hari ini.
Polisi Prediksi Kemacetan di Sekitar DPR
Pihak kepolisian melalui akun resmi Polda Metro Jaya juga telah mengingatkan potensi kepadatan lalu lintas selama aksi berlangsung. Kawasan yang diprediksi terdampak adalah sepanjang Jalan Gatot Subroto menuju Slipi, yang berada di sekitar kompleks parlemen.
Pengendara yang melintas di area tersebut diimbau untuk mencari jalur alternatif guna menghindari kemacetan panjang.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tetap mengikuti arahan petugas di lapangan demi menjaga keamanan dan kelancaran lalu lintas.
Aksi Jadi Sorotan Publik
Gelombang demonstrasi buruh ini kembali menyoroti isu klasik ketenagakerjaan di Indonesia, khususnya soal perlindungan pekerja dan sistem pengupahan. Desakan terhadap pemerintah dan DPR diharapkan dapat menghasilkan kebijakan yang lebih adil bagi kaum pekerja.
Aksi ini pun diperkirakan akan berlangsung dengan pengawalan ketat aparat keamanan, mengingat jumlah massa yang cukup besar serta lokasi aksi yang berada di pusat aktivitas pemerintahan. Rhz2797)
