Notification

×

Iklan

Iklan

Sempat Mangkrak 18 Tahun, Gedung Tertinggi Ini Akhirnya Hampir Rampung!

April 12, 2026 Last Updated 2026-04-12T09:39:05Z


Salah satu proyek pencakar langit paling ambisius di dunia, Goldin Finance 117, akhirnya kembali menunjukkan tanda-tanda penyelesaian setelah sempat mangkrak selama hampir dua dekade.


Gedung yang berlokasi di Tianjin, China ini memiliki ketinggian mencapai 596 meter dan sempat dinobatkan sebagai gedung mangkrak tertinggi di dunia oleh Guinness World Records.


Progres terbaru menunjukkan bahwa pembangunan kini telah memasuki tahap penting. Pada akhir Maret 2026, pekerja mulai memasang mahkota berbentuk berlian seberat 7,6 ton di puncak menara yang memiliki 128 lantai tersebut. Momen ini menjadi tonggak penting sejak proyek kembali dilanjutkan pada April 2025.


Gedung yang juga dikenal dengan nama China 117 Tower ini masuk dalam kategori “supertall skyscraper” menurut Council on Tall Buildings and Urban Habitat.


Menariknya, meski sempat terbengkalai lama, minat terhadap gedung ini tetap tinggi. Laporan terbaru menyebutkan bahwa sebagian besar ruang di menara utama telah mendapatkan penyewa, dengan total 17 perusahaan yang terdiri dari perusahaan milik negara dan swasta.


Proyek ini pertama kali dimulai pada 18 Agustus 2008. Dengan desain struktur kolom besar dan rangka kokoh, gedung ini dirancang mampu menahan angin kencang serta aktivitas seismik.


Pada September 2015, bangunan ini sempat mencapai ketinggian hampir maksimal, yakni sekitar 595,5 meter, menjadikannya salah satu gedung tertinggi di dunia saat itu.


Namun, hanya tiga bulan kemudian, pembangunan terpaksa dihentikan. Penyebabnya adalah krisis keuangan yang dialami pengembangnya, Goldin Properties, setelah jatuhnya pasar saham China pada pertengahan 2015.


Setelah hampir 10 tahun terbengkalai, proyek ini akhirnya kembali dilanjutkan pada April 2025. Pemerintah dan pihak terkait kini menargetkan gedung ikonik ini dapat rampung sepenuhnya pada tahun 2027.


Kisah panjang Goldin Finance 117 menjadi simbol bagaimana proyek besar bisa terhenti oleh krisis, namun juga menunjukkan bahwa ambisi pembangunan bisa bangkit kembali seiring membaiknya kondisi ekonomi.(Rhz2797)